Sudah Lekang Dimakan Zaman, Seniman Wayang Golek Makin Terhimpit Dihantam Pandemi

Yang paling menonjol dari wayang golek milik Kartiwa, semuanya berdebu.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 02 September 2021 | 08:00 WIB
Sudah Lekang Dimakan Zaman, Seniman Wayang Golek Makin Terhimpit Dihantam Pandemi
Kartiwa, seorang perajin wayang golek yang masih bertahan demi menjaga tradisi dan budaya Sunda. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Selain kian pudar dimakan zaman, usaha kesenian wayang golek miliknya juga kian tenggelam ketika pandemi COVID-19 mewabah tahun lalu.

Banyak pelanggan batal pesan karena toko mereka tutup. Imbasnya wayang golek ciptaan Iwa menumpuk tak bisa dipasarkan.

"Ini sebagian wayang buatan saya yang tak bisa jual karena ruko penjual eceran tutup selama Pandemik. Hampir satu tahun wayang-wayang ini belum ada lagi yang beli lagi," ungkap Kartiwa.

Meski begitu, ia tetap berkomitmen menekuni hobi tersebutKeputusan itu telah bulat diambil usai dirinya memutuskan berhenti sebagai buruh tambang batu kapur.

Baca Juga:Aplikasi Transportasi Online BAGO, Inovasi Kabupaten Badung di Masa Pandemi COVID-19

Menurutnya, langkah itu diambil sebagai upaya melestarikan warisan budaya Sunda.

"Saya ingin lestarikan wayang golek melalui seni ukir. Kalau bukan kuta, siapa lagi yang melestarikan warisan budaya ini," tukas Kartiwa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak