Harga Sayuran Anjlok akibat PPKM, Petani Biarkan Selada Siap Panen Mengering

Saking murahnya harga selada, petani lainnya malah membiarkan tanamannya tidak diurus hingga kering.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 02 September 2021 | 16:39 WIB
Harga Sayuran Anjlok akibat PPKM, Petani Biarkan Selada Siap Panen Mengering
ILUSTRASI-Petani cabai di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (30/5/2021). Mereka mengeluhkan jimplangnya harga jual cabai di tingkat petani dengan harga jual di pasaran. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Petani sayuran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan harga jual hasil pertanian yang rendah dan tak sebanding dengan ongkos produksi.

Menurut para petani, rusaknya harga sejumlah komoditis sayuran diperparah dengan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Padahal, kualitasnya cukup bagus.

"Harga-harga sayuran sedang murah, paling bagus cuma harga tomat yang masih tinggi sekitar Rp12.000 perkilogram, yang lainnya hancur," ungkap Ana (50) salah seorang petani asal Ana, Kampung Cisalasih, Desa Cikidang Kecamatan Lembang, KBB pada Kamis (2/9/2021)

Ia menyebutkan, ada beberapa jenis sayuran yang saat ini harganya murah di antaranya burkoli Rp.3000 perkilogram, selada atau lettuce Rp 500, buncis Rp 2.000 perkilogram dan cabe rawit Rp 10.000 perkilogram.

Baca Juga:Bahagianya Menjadi Petani Muda, Usia 18 Tahun Bisa Beli Tanah

Normalnya, menurut Ana, harga sayuran seperti selada dijual dengan harga Rp2.000 dan burkoli Rp10.000 perkilogram.
Dirinya harus gigit jari lantaran mulai dari menanam hingga panen butuh ongkos panen yang cukup besar.

Saking murahnya harga selada, petani lainnya malah membiarkan tanamannya tidak diurus hingga kering.

Bahkan ada pula petani yang kecewa terpaksa memberikan hasil panen untuk pakan ternak sapi.

"Harga itu juga cengek (cabe rawit) yang kualitasnya bagus, kalau jelek mah lebih murah lagi. Persoalannya, hasil pertanian tidak bisa masuk pasar induk, jadinya kita rugi besar," ujarnya.

Kendati begitu, ia tetap harus menjual hasil panen pertanian miliknya, meskipun hasilnya minim namun masih bisa mendapatkan penghasilan. Minimal sebagai ongkos lelah ketika harus berjibaku di kebunnya.

Baca Juga:Hengky Kurniawan Bakal Bangun Bioskop di Bandung Barat

"Ada yang tetap dipanen, sebagian lagi masih diurus dan tetap disiram sambil menunggu harga kembali stabil," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak