SuaraJabar.id - Dua buah truk mengalami kecelakaan tunggal ketika melintas di tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/9/2021).
Kedua truk itu sama-sama tak bisa nanjak kemudian mundur dan terguling. Keduanya juga sama-sama masuk jurang yang cukup dalam.
Jalan Raya Gentong sendiri dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan atau jalur tengkorak.
Sebagai pertanda bahwa jalur Tanjakan Gentong merupakan jalur rawan kecelakaan, di pinggir jalan pun di pasang rambu-rambu berlambang tengkorak. Bahkan polisi membuat sebuah tugu dengan sepeda motor ringsek di atasnya.
Baca Juga:Truk Kontainer Bermuatan Daging Terguling di Cikupa, Tutup Jalan hingga Sebabkan Kemacetan
Kondisi jalan yang berkelok dan menanjak atau menurun serta berada di antara tebing dan jurang, membuat jalur ini sering dianggap sebagai jalur tengkorak.
![Truk masuk jurang di tanjakan Gentong Tasikmalaya, Rabu (15/9/2021). [Ayotasik.com/Heru Rukanda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/15/24889-truk-terguling.jpg)
Bagi sebagian masyarakat Gentong, kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Gentong tidak semata-mata lantaran persoalan teknis kendaraan, tapi kerap dikaitkan dengan sebuah cerita misteri Nyai Sinden bernama Neng Syarifah yang berkembang di masyarakat Gentong.
Salah seorang warga, Aip (38) mengatakan, cerita misteri tentang Nyai Sinden Neng Syarifah sudah ada sekitar tahun 1940-an.
Menurutnya, Nyai Sinden Neng Syarifah merupakan sinden panggung yang merupakan warga asal Gentong. Konon katanya, Nyai Sinden Neng Syarifah memiliki paras yang cantik dengan rambut bersanggul dan memakai kebaya merah berselendang merah.
"Kata orang tua dulu, Neng Syarifah itu seorang sinden dalam sebuah grup ronggeng di Kadipaten dan banyak penggemarnya. Pakaiannya serba merah," ujar Aip.
Baca Juga:Tim Medis Coba Ungkap Misteri Kematian Massal Burung Pipit di Balai Kota Cirebon
Jadi Tumbal Pembangunan Jembatan