alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menyamar Jadi Polisi, Tiga Pemuda Sandera Penjaga Ruko di Majalengka

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 16 September 2021 | 15:19 WIB

Menyamar Jadi Polisi, Tiga Pemuda Sandera Penjaga Ruko di Majalengka
Polres Majalengka menangkap 3 pelaku penyekapan dan pencurian dengan kekerasan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi. [Times Indonesia]

"Para pelaku mengambil dompet korban dan meminta untuk menyebutkan PIN ATM sambil mengancam menggunakan pistol dan senjata tajam," ujarnya.

SuaraJabar.id - Mengaku sebagai anggota polisi, tiga orang pemuda melakukan aksi penyekapan yang disertai pencurian dengan kekerasan dan pemerasan terhadap seorang penjaga ruko di Desa Padahanten, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

Kekinian, tiga pemuda tersebut telah diamankan oleh Satreskrim Polres Majalengka.

Ketiga pelaku tersebut, diketahui masing masing berinisial ES (28), AS (26) dan P (28).

Ketiga tersangka yang merupakan warga Kecamatan Cikijing, Majalengka itu. Ditangkap tim buser tanpa perlawanan di dua lokasi yang berbeda.

Baca Juga: Naik Motor Sendirian di Malam Hari, Perempuan di Cianjur Dikejar Sosok Misterius

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, penyanderaan itu bermula sekitar awal Agustus 2021, pukul 20.00 WIB.

Ketiga tersangka yang mengaku sebagai anggota kepolisian Subang tersebut, mendatangi sebuah ruko yang berada di Desa Padahanten, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

Mereka langsung membentak seorang penjaga ruko dan memborgol kedua tangan korban sambil memaksa untuk masuk kedalam mobil yang nantinya akan dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan.

"Modus yang dilakukan para tersangka ini, berdalih kepada korban, bahwa ada orang tewas overdosis, karena barang yang dijual di ruko tersebut," ungkap Edwin, Kamis (16/9/2021).

Menurut Edwin, saat itu, korban sempat menolak masuk ke dalam mobil. Namun korban ketakutan lantaran dari salah satu pelaku berpura pura memegang pistol yang disimpan di pinggangnya.
Tersangka juga merampas handphone dan tas korban yang berisi uang Rp 3 juta hasil penjualan di ruko tersebut.

Baca Juga: Bawa Pistol dan Rencanakan Penembakan Massal, Dua Murid SMP Ditangkap Polisi

Saat di dalam mobil, kedua mata korban juga ditutup lakban. Kemudian, di dalam perjalanan para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 1,5 juta kepada bos korban dan diminta untuk ditransfer ke nomor rekening penjaga ruko tersebut," katanya.

"Setelah disetujui oleh majikan korban, kemudian para pelaku mengambil dompet korban dan meminta untuk menyebutkan PIN ATM sambil mengancam menggunakan pistol dan senjata tajam," ujarnya.

Selanjutnya, setelah para tersangka berhasil menggasak semua uang yang ada di ATM milik korban. Penjaga ruko itu pun langsung diturunkan sekitar pukul 00.00 WIB di daerah Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Korban yang saat itu posisi kedua mata dan kedua tangannya masih terikat lakban  berusaha melepaskan diri. Kemudian korban meminta pertolongan ke pondok pesantren terdekat.

"Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, ketiga tersangka berhasil kami bekuk di lokasi yang berbeda, pada Selasa 14 September 2021," imbuhnya.

"Dua pelaku kita amankan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Majalengka dan satu tersangka lainnya ditangkap di rumahnya di wilayah Kecamatan Cikijing," ucap Edwin menambahkan.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp9,3 juta. Saat ini para tersangka berikut sejumlah barang bukti sudah diamankan di Polres Majalengka. Sedangkan, para tersangka yang merupakan residivis tersebut akan kami jerat pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait