“Pokoknya jangan salah informasi malah nanti menjadi fitnah apalagi ada jin qorin dan sebut nama, seolah kita tergiring untuk mempercayainya,” tuturnya.
“Ini kan bahaya kalau sudah mempercayai sesuatu yang mendahului Allah,” lanjutnya.
Lagipula, kata dia, jika terus-terusan melibatkan unsur gaib dan supranatural, maka informasinya akan mengarah ke perbuatan syirik yang jauh dari kepercayaan agama.
“Kalau informasinya terus seperti ini bahaya, nanti mengarah ke perbuatan syirik,” tegasnya.
Baca Juga:Rasakan Ketegangan Tunarungu Dikejar Pembunuh Berantai di Film Midnight
Banyak publik beranggapan, proses pencarian pelaku yang dikerjakan polisi terbilang lambat dan berputar-putar. Namun, dalam keterangannya, mereka memastikan, kasus tersebut memang tak mudah dipecahkan. Sebab, yang dicari bukan pengakuan, melainkan bukti.
Kapolres Subang, Jawa Barat, AKBP Sumarni mengatakan, meski belum ditemukan, namun pihaknya semakin yakin pelaku merupakan keluarga dekat korban.
“Ada indikasi pelaku dan korban saling kenal. Karena di TKP, jalur masuk ke rumah korban itu gak ada yang rusak. Jadi pintu depan dan belakang gak ada yang rusak, maupun jendelanya. Gak ada bekas cungkilan atau apapun. Makanya, diperkirakan pelaku kenal dengan korban,” urai AKBP Sumarni.
Pihak kepolisian sendiri telah memeriksa sejumlah saksi termasuk suami, anak, dan orang terdekat korban. Sejauh ini, mereka meyakini, Tuti dan Amel dibunuh dengan cara bengis dan keji.
“Kami juga mengumpulkan barang-barang bukti yang ada di TKP termasuk baju yang ada di TKP yang dikenakan salah satu saksi, di mana baju tersebut ada bercak darah,” kata dia.
Baca Juga:Merinding! Video Seorang Bapak Diganggu Gaib Saat Pulang Kerja