alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Batal Beli Kapal Selam Prancis, Uni Eropa Lakukan Ini Pada Australia

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 01 Oktober 2021 | 14:24 WIB

Batal Beli Kapal Selam Prancis, Uni Eropa Lakukan Ini Pada Australia
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Industri Pertahanan Australia Christopher Pyne, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne, dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop berada di atas kapal selam HMAS Waller di Pulau Garden, di Sydney, Rabu (2/5/2018). [ANTARA/AAP/Brendan Esposito/via REUTERS)/tm]

Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan menggunakan teknologi Amerika Serikat dan Inggris.

SuaraJabar.id - Uni Eropa (EU) menunda pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan dengan Australia. Hal ini disebut-sebut sebagai imbas dari Australia yang membatalkan pesanan kapal selam ke Prancis.

Hubungan antara Uni Eropa dan Australia dikabarkan memanas akibat keputusan Pemerintah Australia membatalkan kesepakatan pembuatan kapal selam senilai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp 662,51 triliun) dengan Prancis.

Australia pada September membatalkan kesepakatan dengan perusahaan kontraktor pertahanan Prancis Naval Group untuk membangun armada kapal selam konvensional.

Sebaliknya, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan menggunakan teknologi Amerika Serikat dan Inggris setelah mencapai kemitraan keamanan trilateral (AUKUS) dengan kedua negara tersebut.

Baca Juga: Pakta Aukus untuk Meredam Kekuatan China, Apa Konsekuensi Perjanjian Ini?

Pembatalan kesepakatan itu membuat marah Prancis, yang menuduh Australia dan Amerika Serikat menikamnya dari belakang. Selanjutnya, pemerintah Prancis menarik duta besarnya dari Canberra dan Washington.

Sebagai solidaritas dengan Prancis, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mempertanyakan apakah EU dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Australia.

Mendag Australia Dan Tehan pada Jumat (1/9/2021) menolak untuk mengomentari dampak dari pembatalan kesepakatan kapal selam itu terhadap penundaan pembicaraan kesepakatan perdagangan dengan EU.

Namun, dia mengonfirmasi putaran ke-12 pembicaraan yang dijadwalkan pada 12 Oktober ditunda selama sebulan.

"Saya akan bertemu dengan mitra Uni Eropa saya Valdis Dombrovskis pekan depan untuk membahas putaran negosiasi ke-12, yang sekarang akan berlangsung pada November, bukan Oktober," kata Tehan dalam pernyataan kepada Reuters yang dikutip dari Antara.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Turun, Prancis Tidak Wajibkan Masker Bagi Siswa SD

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait