Narapidana Terorisme Jaringan JAD Buat Pengakuan Mencengangkan

Densus 88 Antiteror melakukan pencarian ke Gunung Ciremai dan menemukan bahan peledak yang disebut Imam.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 04 Oktober 2021 | 16:56 WIB
Narapidana Terorisme Jaringan JAD Buat Pengakuan Mencengangkan
ILUSTRASI-Tim Densus 88 Saat mengamankan pelaku teror namun melawan [Foto: Antara]

SuaraJabar.id - Narapidana terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah atau JAD yang berafiliasi dengan ISIS, Imam Mulyana (31) membuat pengakuan mengejutkan.

Ia mengaku menyimpan bahan baku peledak TATP (Triacetone Triperoxide) di sekitar kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Pengakuan Imam tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Mereka melakukan pencarian ke Gunung Ciremai dan menemukan bahan peledak yang disebut Imam.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan total TATP yang disimpan kelompok teroris itu seberat 35 kilogram.

Baca Juga:Disimpan Teroris Imam Mulyana, Densus 88 Sita 35 Kg Bahan Peledak TATP di Gunung Ciremai

Imam memberi pengakuan tersebut usai menjalani program deradikalisasi di Lapas Gunung Sindur dan berikrar setia kepada Pancasila serta mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kepada Densus 88, Imam membuat pengakuan yang mencengangkan. Dia bersama komplotannya masih menyimpan bahan baku TATP sebanyak 35 kilogram," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Berbekal informasi dari Imam, tim Brimob Polda Jawa Barat selanjutnya melakukan upaya pencarian ke Gunung Ciremai, pada Jumat (1/10) lalu.

Setelah berhari-hari melakukan pencarian, bahan baku peledak itu akhirnya ditemukan di ketinggian 1.450 MDPL sekitar Blok Cipater, Desa Bantar Agung, Sindanwangi, Majalengka, Jawa Barat.

"Ditemukan sejumlah TATP dalam beberapa wadah terpisah, sesuai dengan pengakuan Imam Mulyana," ungkap Ramadhan.

Baca Juga:Dua Napi Terorisme di Lapas Sumut Ikrar Setia ke NKRI

Imam merupakan narapidana terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia ditangkap pada Tahun 2017 lalu ketika Presiden Joko Widodo alias Jokowi hendak menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX di Tamah Gua Sunyaragi.

Ketika itu, Imam ditangkap dengan barang bukti berupa koper berisi sangkur, airsoft gun, hingga buku terkait jihad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak