alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puasa Manggung Selama Pandemi, Sejumlah Artis dan Musisi Banting Setir Jadi Driver Ojol

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Puasa Manggung Selama Pandemi, Sejumlah Artis dan Musisi Banting Setir Jadi Driver Ojol
ILUSTRASI - Penonton menyaksikan dari atap mobil terbuka pada konser musik bertajuk Mahkota Charity Concert Drive-In di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020). [ANTARA FOTO/Aji Styawan]

Sebelum pandemi, para musisi ini bisa manggung puluhan kali dalam setahun.

SuaraJabar.id - Para pegiat musik di Kota Cimahi berharap pemerintah mengizinkan kembali pagelaran konser dengan skala besar. Sebab nyaris dua tahun kegiatan konser mati suri.

Apalagi, kasus COVID-19 kini cenderung melandai. Kota Cimahi kini menyandang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, dari sebelumnya Level 3.

"Iya pengennya diizinkan lagi untuk acara konser. Soalnya untuk pelaku seni, khususnya musik sama sekali selama pandemi COVID-19," kata Attha Bahri (30), Ketua Komite Musik Dewan Kebudayaan Kota Cimahi saat dihubungi Suara.com pada Selasa (26/10/2021).

Dirinya mengungkapkan, gelaran konser sendiri akan sangat membantu pemilihan ekonomi bagi pelaku seni musik di Kota Cimahi. Sebab, selama pandemi COVID-19 ini mereka tidak mendapat pemasukan dari kegiatan tersebut.

Baca Juga: Beberkan Penyesalan Terbesar, Bastian Steel Singgung Soal Pendidikan

Sebelum pandemi mewabah, terang Attha, dalam setahun biasanya para pelaku seni musik seperti band hingga penyanyi solo bisa manggung puluhan kali dalam setahun.

"Kita kalau musik stop. Paling acara virtual satu atau dua itu juga hanya untuk produk. Tapi kalau manggung itu sama sekali enggak ada," beber Attha.

Untuk kebutuhan hidup, lanjut dia, ada berbagai cara yang dilakukan para pegiat musik. Untuk penyanyi misalnya, ada yang lari ke berbagai bidang usaha.

"Ada juga yang larinya ke ojek online, jualan dan sebagainya," ucapnya.

Dikatakannya, untuk saat ini memang pelaku seni musik mulai menggeliat kembali namun hanya untuk skala kecil. Seperti acara di kafe-kafe dan acara pernikahan.

Baca Juga: Selama Sekolah Daring, Anak Jadi Lebih Terbebani Tuntutan Akademik

"Tapi itu juga kita masuk takut dibubarin dan sebagainya. Kita ingin acara-acara musik diperbolehkan lagi supaya bisa berkarya," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait