"Awalnya memang terkenal karena bisa menyembuhkan penyakit. Jadi semacam pengobatan alternatif. Allhamdulillah pada bisa teratasi," ungkap Sularyo.
Namun semakin ke sini, pengunjung yang datang ke pemandian air panas di Rajamandala kebanyakan bukan untuk berobat. Melainkan untuk berwisata dan melepas penat di sela-sela rutinitas.
Awal tahun 2000-an, warga mulai membangun bak atau kolam pemandian privat. Bak-bak yang berisi air panas itu disewakan kepada pengunjung. Untuk menikmati berendam air panas di sana, tarifnya pun cukup murah dan terjangkau.
Tiket masuknya hanya Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu untuk menikmati air panasnya.
Baca Juga:Salam dari Binjai, Ini 5 Lokasi Asyik di Kota Binjai
Selain ada bak-bak yang dibuat tertutup, warga juga menyediakan satu kolam besar. Jika bak-bak hanya bisa digunakan secara privat, maka kolam tersebut bisa digunakan untuk banyak orang.
Sularyo mengatakan, objek wisata pemandian air Panas Saguling biasanya ramai dikunjungi saat akhir pekan. Bahkan ketika libur momen tertentu seperti sehabis Lebaran, pengunjung biasanya membludak.
Pengunjung masih didominasi asal wilayah Bandung Raya, seperti Kota Cimahi, Bandung dan, Bandung Barat. Meski begitu, ada juga yang berasal dari luar daerah seperti Bogor hingga Jakarta.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Baca Juga:Tempat Angker di Pangandaran Ini Disulap Jadi Tempat Wisata Favorit