Dear Wisatawan, Perhatikan Ini jika akan Berlibur ke Lembang Akhir Pekan Ini

Wisatawan diminta tak memaksakan untuk melintasi jalur yang rawan longsor tatkala hendak menuju ke kawasan wisata Lembang.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 05 November 2021 | 17:45 WIB
Dear Wisatawan, Perhatikan Ini jika akan Berlibur ke Lembang Akhir Pekan Ini
Petugas mengatur lalu lintas di pertigaan jalan menuju Manoko, setelah Jalan Utama Kolonel Masturi, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Bandung Barat ditutup sementara akibat longsor yang terjadi pada Selasa (2/11/2021). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Tak cuma jalur alternatif saja, pihaknya juga meminta wisatawan bisa berhati-hati saat berada di objek wisata terutama yang berada di tengah area hutan pinus.

Pasalnya saat hujan deras disertai angin terjadi, potensi dahan patah hingga pohon tumbang mengintai wisatawan.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan pengelola wisata di Lembang untuk bisa memantau dan meminimalisir pohon tumbang yang mengancam wisatawan.

"Kita sudah koordinasikan dengan Perhutani dan pengelola, supaya melakukan pembenahan seperti memotong ranting yang rawan patah dan mengarahkan wisatawan tak beraktivitas di alam saat hujan deras," tegas Duddy.

Baca Juga:Dapat Pesanan dari Luar Negeri, Pengusaha Garmen dan Tekstil Terkendala Box Container

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Teguh Rahayu mengatakan Indeks ENSO pada akhir dasarian III Oktober tercatat sebesar -0,96, yang berarti La Nina dalam kondisi lemah. BMKG dan sebagian besar pusat layanan iklim internasional lainnya memprediksikan kondisi La Nina Lemah-Netral akan berlangsung hingga Mei 2022.

"Dampak La Nina akan mulai dirasakan pada bulan November dan puncaknya akan terjadi pada periode Desember 2021 hingga Februari 2022," ungkap Rahayu.

Rahayu menjelaskan dampak yang ditimbulkan oleh La Nina pada wilayah Bandung Raya pada umumnya adalah mengubah pola curah hujan secara volume dan temporal. Berdasarkan data empiris yang dimiliki oleh BMKG sejauh ini La Nina dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Jawa Barat pada umumnya antara 20 persen hingga 70 persen.

"Kondisi sifat hujan seperti demikian akan memicu peningkatan potensi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat dan juga Bandung Raya," terang Rahayu.

Rahayu menyebut wilayah Bandung Raya termasuk yang di prediksi memasuki musim hujan lebih awal 1 hingga 2 dasarian. Musim hujan untuk wilayah Bandung Raya sendiri di mulai pada Akhir Dasarian II Oktober 2021.

Baca Juga:Sempat Ditutup 2 Bulan, Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Masih di Angka 2,5 Juta Orang

"Sedangkan puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari 2022. Sifat musim hujan wilayah Bandung Raya diprediksi bersifat Atas Normal (AN)," kata Rahayu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak