facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Mie Bakso di Kota Santri Gunakan Babi, Forum Mujahid Turun Tangan

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 04 Januari 2022 | 11:15 WIB

Viral Mie Bakso di Kota Santri Gunakan Babi, Forum Mujahid Turun Tangan
FMT saat bersama Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya saat melakukan klarifikasi terkait bahan babi dalam bakso Gunung Pereng. [HR Online/Istimewa]

Mie Bakso Gunung Pereng ini salah satu kuliner khas dan penggemarnya banyak dan kebanyakan dari Muslim.

SuaraJabar.id - Publik Tasikmalaya dikagetkan dengan beredarnya informasi mengenai adanya usaha mie bakso yang sudah beroperasi puluhan tahun di kota yang berjuluk Kota Santri itu yang menggunakan bahan babi.

Tempat usaha yang viral dikabarkan menggunakan bahan babi itu adalah Mie Bakso Gunung Pereng yang sudah berdiri sejak 1973.

Menanggapi viralnya pemberitaan bakso menggunakan babi itu, sejumlah elemen masyarakat, Satpol PP dan Damkar mendatangi lokasi untuk melakukan klarifikasi pada Senin (03/01/2022).

Ketua Forum Mujahid Tasikmalaya (FMT) H Nanang Nurjamil mengatakan, pihaknya saat mendengar informasi yang beredar itu langsung melakukan klarifikasi. Bahkan langsung dengan yang bersangkutan bersama unsur pemerintah.

Baca Juga: Cara Mengurus Sertifikat Halal, Ini Syarat dan Produk yang Wajib Punya

Setelah mendapatkan penjelasan dari pemilik dan pengelola, ternyata benar Mie Bakso Gunung Pereng itu terdapat campuran babi, yakni pada bagian minyak dan topingnya.

“Kami sudah klarifikasi dan pemilik secara terbuka menjelaskan bahwa dalam mie bakso itu ada campuran minyak babi, termasuk di topingnya,” kata Nanang.

Dari kejadian ini, pihaknya pun mempertanyakan peran, fungsi dan tanggung jawab Pemkot Tasikmalaya terkait pengawasan dan keamanan makanan di wilayahnya.

Terlebih seperti halnya mie bakso tersebut sudah berdiri sejak tahun 1973 dan masyarakat baru tahu sekarang setelah pemiliknya mau terbuka.

Karena itu pihaknya pun meminta para pengusaha baksi di Tasikmalaya memasang informasi yang jelas. Khususnya terkait bahan yang ada dalam makanan itu.

Baca Juga: Parkir Vertikal Sepeda Motor Diterapkan di Balai Kota Yogyakarta, Satpol PP Latihan

“Jika ada unsur babinya maka sebutkan untuk non Muslim atau makanan non halal. Begitu juga sebaliknya cantumkan bahwa itu makanan halal,” imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait