facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiga Warga Cianjur Alami KIPI Berat Usai Disunik Vaksin COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 20 Januari 2022 | 20:05 WIB

Tiga Warga Cianjur Alami KIPI Berat Usai Disunik Vaksin COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia
ILUSTRASI - Putri, Siswi SMAN 7 Bandar Lampung pingsan setelah disuntik vaksin Covid-19 di Universitas Malahayati, Kamis (20/10/2021). [Suaralampung.id/Ahmad Amri]

"Jangan takut untuk divaksin, selama menjalani pemeriksaan dan penelusuran oleh petugas kesehatan serta rajin memeriksakan kesehatan," ungkapnya.

SuaraJabar.id - Dua orang dewasa di Kabupaten Cianjur mengalami kelumpuhan selama beberapa bulan setelah mendapat suntikan vaksin COVID-19. Selain itu, ada pula anak usia sekolah yang meninggal dunia usai mengikuti vaksinasi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan tiga kasis itu telah dicatatkan sebagai kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) berat selama pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Menurut dia, dua orang dewasa asal Kecamatan Bojongpicung dan Kecamatan Mande yang mengalami kelumpuhan selama beberapa bulan setelah mendapat suntikan vaksin sudah pulih setelah mendapat penanganan medis.

"Sedangkan kasus lainnya menimpa anak usia sekolah di Kecamatan Pasirkuda. Setelah menjalani perawatan siswa tersebut meninggal dunia. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Komnas KIPI guna mengetahui penyebab pastinya," kata Yusman.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Danny Pomanto Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Anak di Sekolah

"Komnas KIPI belum mengeluarkan hasil penilaiannya, sehingga kami juga belum bisa memastikan. Namun sudah dilaporkan sebagai temuan KIPI, termasuk yang terbaru di Kecamatan Pasirkuda," ia menambahkan.

Yusman menekankan bahwa kejadian ikutan pasca-imunisasi yang berat sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah orang yang divaksinasi. Oleh karena itu, dia meminta warga tidak takut menjalani vaksinasi.

"Jangan takut untuk divaksin, selama menjalani pemeriksaan dan penelusuran oleh petugas kesehatan serta rajin memeriksakan kesehatan, vaksinasi yang didapat tidak akan berdampak parah," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait