facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinkes Garut Telusuri Penyebab Anak SD Meninggal Setelah Divaksin Covid-19

Dwi Bowo Raharjo Minggu, 23 Januari 2022 | 22:54 WIB

Dinkes Garut Telusuri Penyebab Anak SD Meninggal Setelah Divaksin Covid-19
Ilustrasi vaksinasi anak. [Antara]

Korban merupakan perempuan pelajar kelas 4 sekolah dasar yang mendapatkan vaksinasi di sekolahnya.

SuaraJabar.id - Seorang anak meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin Covid-19. Kekinian Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, tengah menelusuri untuk mengetahui penyebabnya karena vaksin atau ada riwayat sakit.

"Kita belum bisa menyimpulkan karena hari ini dari tim KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) akan menelusuri dan mendiskusikan, kita juga belum bisa memberikan keterangan dari mana dan apa penyebabnya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dihubungi wartawan di Garut, Minggu (23/1/2022).

Leli menuturkan, korban merupakan perempuan pelajar kelas 4 sekolah dasar yang mendapatkan vaksinasi di sekolahnya, Sabtu (15/1/2022).

Siswi tersebut, kata dia, kemudian mengeluhkan sakit muntah-muntah lalu dibawa ke Puskesmas Wanaraja pada 19 Januari, selanjutnya diperiksa oleh dokter dan sehari kemudian kondisi kesehatannya mulai membaik.

Baca Juga: Sebanyak 1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer Mendarat Di Indonesia, Stok Vaksin Covid-19 RI Makin Terjamin

"Masuk Puskesmas itu tanggal 19 karena muntah-muntah, agak jauh jaraknya dari vaksinasi," katanya.

Ia menyampaikan pada 21 Januari anak tersebut kembali muntah-muntah, lalu mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan melakukan cek laboratorium, namun sorenya meninggal dunia.

"Anak muntah-muntah lagi disertai sakit kepala, kemudian cek lab, sorenya kondisi anak ngedrop, pukul 17.35 pasien dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Ia menyampaikan saat pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin kondisi anak tersebut sehat dan dinyatakan boleh divaksin Covid-19.

Terkait jumlah kasus anak meninggal dunia setelah divaksin, kata dia, baru satu orang, selain itu ada juga anak yang mendapatkan penanganan kesehatan setelah divaksin. (Antara)

Baca Juga: Dukung PTM, Pemkab Rembang Selenggarakan Vaksinasi untuk 57 Ribu Anak Usia 6-11 Tahun

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait