“Kita menggunakan crane karena ini bagian sinergitas kami dengan berbagai OPD. Jadi, crane kita datangkan dari Dishub. Karena ada jangkauan yang harus menggunakan crane dalam rangka memberikan pemangkasan sebelum pohon tumbangkan,” terangnya.
Kedepan BPBD akan terus melakukan mitigasi, dan setiap hujan turun pihaknya selalu melakukan patroli bersama.
“Setiap hujan mungkin akan terjadi bencana Hidrometeorologi enitime. Hal ini karena efek lalina untuk cuaca anomali ini yang mengakibatkan kebencanaan hidrometeorologi bisa terjadi. Kami harapkan kedepan masyarakat bisa lebih waspada lagi,” kata Ucu.
Ia menambahkan, dari pagi hingga malam harus sudah bersiap-siap karena melihat cuaca yang sedemikian ekstrim. BPBD Kota Tasikmalaya menerjunkan semua timnya.
Baca Juga:Bencana Angin Puting Beliung Memorakporandakan Empat Kecamatan di Kabupaten Probolinggo
“Hingga malam ini kami belum bisa mengevakuasi semua. Ada beberapa titik salah satunya di area olahraga Dadaha yang beberapa kondisinya sangat memprihatinkan akibat tertimpa pohon tumbang. Itu akan kita selesaikan malam ini juga,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya pada Selasa (25/1/2022) sore. Kondisi tersebut membuat beberapa bangunan rusak dan pohon tumbang.
Di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, kubah Masjid Al Istiqomah roboh saat angin kencang melanda daerah tersebut pada pukul 15.00 WIB.
"Kejadiannya pas hujan, langsung jatuh kubahnya," kata Pengurus DKM Al Istiqomah Agus Nasaromdoni dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan kubah masjid itu jatuh ke bagian belakang dan menimpa sebagian atap rumah warga dan dua sepeda motor yang berada di belakang masjid.
Baca Juga:Kubah Masjid Al Istiqomah Roboh saat Tasikmalaya Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras
Akibat peristiwa itu, kata dia, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerusakan rumah dan sepeda motor, termasuk pada bangunan masjid yang ditaksir kerugiannya sekitar Rp 100 juta.