facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Takut Pedagang Rugi, Garut Belum Berlakukan Minyak Goreng Satu Harga di Pasar Tradisional

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 27 Januari 2022 | 16:49 WIB

Takut Pedagang Rugi, Garut Belum Berlakukan Minyak Goreng Satu Harga di Pasar Tradisional
ILUSTRASI - Pedagang menata minyak goreng kemasan di tokonya di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (26/1/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Kalau diberlakukan kasihan pedagang rugi," ujarnya di Garut.

SuaraJabar.id - Pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut, Jawa Barat belum menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter pada Kamis (27/1/2022).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut Nia Gania Karyana, para pedagang di pasar tradisional masih menjual minyak goreng dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter karena masih menjual stok lama.

"Harga jual minyak goreng Rp14 ribu per liter itu belum bisa dilakukan di pasar tradisional karena kalau diberlakukan kasihan pedagang rugi," kata Nia dikutip dari Antara, Kamis (27/1/2022).

Ia menuturkan pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan untuk harga jual minyak goreng di pasaran paling tinggi Rp 14 ribu per liter sejak sepekan lalu.

Baca Juga: Minyak Goreng Satu Harga Rp 14 Ribu, Aceh Kekurangan Pasokan

Kebijakan itu, baru bisa diberlakukan untuk pasar modern seperti swalayan atau minimarket, dan dipastikan harganya paling tinggi Rp 14 ribu, jika lebih dari itu akan ada sanksi teguran.

"Untuk di supermarket, minimarket itu saya pastikan harga minyak Rp 14 ribu karena penjualannya terpusat ada manajemen, mudah mengaturnya, kalau pasar tradisional belum bisa seperti itu," kata Gania.

Sedangkan pedagang di pasar tradisional, belum bisa mengikuti keputusan pemerintah itu dengan alasan harga beli sebelumnya sedang mahal, jika dijual Rp 14 ribu per liter maka akan rugi dengan selisih cukup besar.

Pedagang, jika harus menjual minyak goreng sesuai dengan kebijakan pemerintah maka harus ada ganti rugi, atau subsidi dari pemerintah.

"Memang siapa yang akan mengganti kerugiannya, kalau pun harus disubsidi kami tidak ada anggarannya, jadi harga minyak di pasar tradisional belum bisa mengikuti sesuai kebijakan pemerintah," kata Gania.

Baca Juga: Jaksa Minta Yayasan Pesantren Milik Terdakwa Pemerkosa Belasan Santriwati Dibubarkan, Ini Alasannya

Seorang pedagang sembako di Kecamatan Samarang, Garut, Yatno mengatakan minyak goreng yang dijualnya masih harga tinggi, tidak bisa bersaing dengan harga di pasar modern yang saat ini sudah Rp 14 ribu per liter.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait