Mengintip Sejarah Orang Tionghoa di Cimahi, dari Chinese Wijk hingga hingga Diburu Laskar

Komunitas Tionghoa diperkirakan sudah ada di Kota Cimahi sebelum Belanda membangun Garnizun di kota itu pada awal abad 19.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 01 Februari 2022 | 11:17 WIB
Mengintip Sejarah Orang Tionghoa di Cimahi, dari Chinese Wijk hingga hingga Diburu Laskar
Jalan Pacianan di Kota Cimahi. Jalan ini pernah menjadi pusat perniagaan pada masa Kolonial Belanda. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Di zaman kemerdekaan, saat masa bersiap, antara 1945-1946, warga Tionghoa yang kaya menjadi salah satu sasaran kelompok pemuda atau laskar," terang Machmud.

Jadi Korban Sasaran Saat Orde Lama

Insiden yang membuat kemarahan etnis Tionghoa terjadi ketika memasuki orde lama. Ketika itu ada salah seorang warga Tionghoa yang disebut menjadi korban penembakan.

"Warga Tionghoa protes. Beberapa hari gak dimakamkan, ada hari duka cita. Ada perundingan juga," ujar Machmud.

Baca Juga:Rayakan Imlek, Vihara Amurwa Bhumi Graha Bandar Lampung Bagi 3 Ribu Angpau

Selang beberapa hari, kesalahpahaman itu akhirnya bisa diredam. Namun setelah itu etnis Tionghoa malah tersudutkan oleh orang-orang pribumi. Bahkan tahun 1963, sebuah toko milik Kim Kim yang tak lain pemilik televisi pertama di Cimahi menghilang sejak terjadinya kerusuhan rasial di Cimahi yang diperkirakan terjadi tahun 1963-an.

Ditambah lagi dengan peristiwa G30SPKI, yang membuat keturunan Tionghoa banyak yang tersingkir. Sejak saat itulah warga Tionghoa lebih banyak menghindar, tidak bergaul dengan orang-orang pribumi.

Namun diperkirakan setelah tahun 1970-an, orang-orang Tionghoa kembali bergaul lagi dengan warga Cimahi lainnya, dan sampai saat ini hidup berdampingan saling menjaga kerukunan.

"Tahun 1980-an saya banyak punya teman orang China. Bergaul biasa saja, tidak ada yang beda," tukas Machmud.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga:Rayakan Imlek, Pengurus Yayasan Kelenteng Dewi Mulia Bagikan Sembako dan Vaksinasi untuk Warga Sekitar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak