SuaraJabar.id - Sejumlah warga korban penggusuran Jalan Anyer Dalam kembali mendatangi kantor Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, Rabu (2/2/2022), sekitar pukul 09.30 WIB.
Warga menagih janji Lurah Kebonwaru untuk bertemu hari ini guna membahas penerbitan surat bukti penguasaan fisik atau lahan mereka yang kini sudah digusur oleh PT KAI.
"Selamat pagi Pak Lurah, kami datang lagi ke sini. Pak lurah berjanji bertemu warga hari ini. Pak lurah berjanji menemui warga di luar (kantor kelurahan)," kata seorang warga korban penggusuran lewat pengeras suara di depan kantor kelurahan.
Terpantau, warga sudah mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB tadi. Dari reruntuhan bekas tempat tinggal mereka warga berjalan kaki bersama elemen solidaritas dan mahasiswa.
Baca Juga:Termasuk Pemain Persib Bandung, 52 Pemain Liga 1 Positif COVID-19
Sepanjang jalan membentangkan spanduk kecaman atas penggusuran dan meneriakkan nyanyian.
"Halo, halo, Bandung ibu kota penggusuran," teriak mereka.
"Surat keterangan penguasaan fisik itu dibutuhkan kami untuk menguatkan kami," kata seorang warga saat berorasi.
Menurut staf kelurahan, Lurah Kebonwaru masih berkoordinasi di dalam kantor kelurahan. Sebelumnya, warga sempat mendatangi kantor kelurahan pada Senin (31/1/2022).
"Warga meminta kelurahan mengeluarkan surat bukti penguasaan fisik bahwa warga sudah menempati lahan kurang lebih 60 tahun. Warga berhak meminta ke pihak kelurahan. Degan bukti yang kuat termasuk bukti PBB, listrik dan PDAM. Itu ada. Kita tidak mau berbohong," kata koordinator warga, Dindin, di lokasi.
Baca Juga:Rekap Hasil IBL 2022: Bima Perkasa Jogja Kantongi Kemenangan Perdana
Namun, niat warga bertemu langsung dengan Lurah Kebonwaru ternyata gagal. Ia tidak berada di kantor, tengah mengantar keluarganya yang dikabarkan sakit.
Sejak awal penggusuran terjadi, kata Dindin, warga kecewa terhadap pihak kelurahan maupun kecamatan karena berpangku tangan, disebut tak hadir sama sekali ke tengah-tengah warga.
"Pihak kelurahan tidak ada datang ke warga sejak penggusuran dilakukan. Sudah bukan menelantarkan kan tapi seperti membuang warga. Kalau mereka mau membela warganya ayo bareng-bareng bersama warga, bersama masyarakat, bukan bersama penguasa," katanya.
Meski tak bisa bertemu dengan Lurah Kebonwaru, warga tetap masuk ke kantor kelurahan, akhirnya mereka ditemui beberapa perwakilan staf kelurahan.
Setelah didesak, staf kelurahan pun akhirnya menghubungi Lurah Kebonwaru. Warga sempat melakukan panggilan video bersama lurah.
Hasilnya mereka bersepakat untuk menggelar pertemuan Rabu (2/2/2022) mendatang, khususnya untuk membahas terkait Letter C tanah.