Makin Pedas, Harga Cabai Rawit di Bandung Naik Dua Kali Lipat Jelang Ramadhan

"Dari supplier berkurang, terus katanya cuaca kurang bagus jadi mempengaruhi ke harga juga," ujar seorang pedagang cabai rawit di Pasar Kiaracondong Bandung.

Ari Syahril Ramadhan
Minggu, 06 Maret 2022 | 15:24 WIB
Makin Pedas, Harga Cabai Rawit di Bandung Naik Dua Kali Lipat Jelang Ramadhan
ILUSTRASI penjual cabai rawit. [Suara.com/Wivy]

SuaraJabar.id - Harga cabai rawit merah di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat terpantau menyentuh angka Rp 80 ribu per kilogram pada Minggu (6/3/2022). Padahal dua hari sebelumnya, cabai rawit merah masih dijual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit ini menambah panjang daftar komoditas pangan yang mengalami kenaikan setelah sebelumnya harga daging sapi terus bergerak naik.

Salah seorang pedagang di Pasar Kiaracondong, Bento menyampaikan, harga seluruh cabai mengalami kenaikan. Hanya saja, cabai rawit merah mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga dua kali lipat.

"Kebanyakan di antaranya, naik Rp 10 ribu per kilogram. Kecuali rawit, kenaikkan hampir 2 kali lipat. Fluktuasi harga cabai memang cepat karena berbagai faktor, di antaranya suplai dari pasar induk," ujar Bento di Pasar Kiaracondong, Minggu (6/3/2022).

Baca Juga:Ini yang Bikin Sandiaga Uno Kepincut oleh Desa Cisaat

Selain itu, harga cabai jenis lainnya juga turut mengalami kenaikkan. Seperti cabai keriting, tanjung, gendot dan cabai merah menurut Bento hampir mengalami kenaikkan harga.

"Rata-rata hampir sama kenaikkan harganya, sekitar Rp 8.000-Rp 10.000 per kilo. Dari supplier berkurang, terus katanya cuaca kurang bagus jadi mempengaruhi ke harga juga," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengungkapkan kenaikkan harga cabai di Bandung terutama jenis rawit (domba) terjadi karena kondisi cuaca di wilayah produsen. Kenaikan harga cabai di musim penghujan, kata Elly, juga sudah menjadi hal yang biasa terjadi.

“Karena kalau musim hujan, kualitas cabai jadi berkurang, kadar airnya tinggi dan mudah busuk, jadi pedagang juga tidak bisa memasok banyak karena kalau stok banyak tapi tidak laku, bisa cepat busuk. Makanya kalau musim hujan, harga pasti mahal, ini berlaku untuk semua cabai,” jelas Elly.

Selain itu, menurutnya kenaikkan harga cabai ini lumrah terjadi setiap tahunnya. Mengingat, lanjut Elly, kebutuhan akan komoditas tersebut meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Cabai merah Tanjung dan keriting pasti melesat harganya karena memang sangat dibutuhkan untuk bumbu masakan, makanya klasifikasinya sama seperti daging, komoditi strategis, dan sudah pasti naik karena adanya peningkatan permintaan di masyarakat,” jelasnya, terkait harga cabai di Bandung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak