Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Legendaris Berlisensi FIFA yang Pernah Tolak Suap 10 Ribu USD

"Dia menolak mentah-mentah dan kemudian dicatat dalam koran The Strait Times," ujar Pengamat sejarah Sukabumi Irman Firmansyah.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 24 Maret 2022 | 12:00 WIB
Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Legendaris Berlisensi FIFA yang Pernah Tolak Suap 10 Ribu USD
Pemakaman Kosasih Kartadiredja di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Ciandam, Sukabumi pada Kamis (24/3/2022) sekira pukul 10.00 WIB. [Sukabumiupdate.com]

PSSI merekomendasikannya menjadi wasit FIFA dan lolos pada 1972. Sejak itu, Kosasih memimpin pertandingan internasional seperti Piala Raja di Bangkok 1972, turnamen sepak bola di Vietnam pada 1974.

Kemudian, di Korea Selatan dan Arab Saudi pada 1975. Di Asia, dia dijuluki wasit King Cobra karena gerakannya yang lincah berlari ke segala arah.

Kata Irman, pada 1979, Kosasih memimpin pertandingan olimpiade junior di Jepang yang diikuti Diego Armando Maradona dari Argentina. Dia juga dikenal tegas menolak suap. Ini pernah terungkap saat menjadi wasit Sea Games tahun 1981 dan ditawari 10.000 dolar (USD) untuk memenangkan Malaysia.

"Dia menolak mentah-mentah dan kemudian dicatat dalam koran The Strait Times."

Baca Juga:Hector Bellerin Kritik FIFA hingga UEFA karena Fokus Konflik Rusia-Ukraina tapi Tutup Mata Soal Palestina

"Di Indonesia juga dia memimpin pertandingan persahabatan antara Timnas melawan Benfica (Portugal), Ajax Amsterdam (Belanda), Cosmos (AS), dan Manchester United, yang sempat dikenai kartu kuning olehnya," imbuh Irman.

Setelah pensiun dari dunia wasit pada 1995, Kosasih ditugaskan menjadi inspektur wasit di komisi wasit PSSI. Ketika itu dia mendapatkan banyak tawaran suap dari para pihak.

Tetapi, Kosasih dengan tegas menolak semua tawaran suap, bahkan tidak segan memberikan sanksi kepada wasit yang terlibat dengan suap dan pengaturan skor.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak