Tak Lapor Polisi Meski Diteror, Warga Tamansari Bandung: Kami Tak seperti Luhut

"Negara ini dengan pemerintah yang sekarang begitu gagahnya (menindas) ke masyarakatnya, ke warga mereka menggunakan kekuasaan," tegas Eva.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 28 Maret 2022 | 17:07 WIB
Tak Lapor Polisi Meski Diteror, Warga Tamansari Bandung: Kami Tak seperti Luhut
Eva Eryani Efendi di depan rumahnya di Tamansari RW 11. Ia masih bertahan di sana menolak pembangunan rumah deret. Jumat (25/3/2022). [Suara.com/M Dikdik RA]

Atas pengalamannya tersebut Eva pesimis dan merasa kecewa. Sebabnya, kali ini warga memilih untuk tak melaporkan kejadian belakangan itu.

"Kalau lapor polisi kasus yang waktu itu belum berlanjut, belum ada yang dinyatakan sebagai pelaku, jadi untuk kasus ini saya tidak akan lapor polisi karena percuma lapor polisi, yang dulu saja belum ada perkembangan," kata Eva.

Selain kritik atas kinerja kepolisian, kata Eva, pilihan untuk tidak melapor juga jadi simbol kecaman terhadap perlakuan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang melaporkan aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia ke kepolisian

Diketahui, Haris Azhar adalah direktur Lokataru dan Fatia Maulidiyanti adalah Koordinator KontraS. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Luhut.

Baca Juga:Jaksa Sebut Mantan Manajer PT Pos Finansial dan Soeharto Rugikan Negara Rp 51,5 Miliar

Laporan yang dilayangkan kepada mereka berdua berawal dari konten video Haris dan Fatia di YouTube. Di sana, mereka menyinggung ihwal dugaan bahwa Luhut terlibat dalam bisnis tambang di Papua.

Eva tak tahan ingin angkat suara atas tindakan Luhut yang menurutnya sebagai bentuk kriminalisasi atau represi terhadap sipil, khususnya pada pejuang HAM, termasuk mereka yang kerap memperjuangkan hak atas tanah.

"Negara ini dengan pemerintah yang sekarang begitu gagahnya (menindas) ke masyarakatnya, ke warga mereka menggunakan kekuasaan," katanya.

Eva berpendapat, apa yang disampaikan Haris dan Fatia adalah data dari sebuah hasil riset. Seharusnya, Luhut membalas dengan riset atau data ilmiah, bukan laporan ke polisi. Menurut Eva, Luhut kekanakan-kanakan.

Sebagai sindiran, Eva menghadiahi popok dan dot untuk menteri yang kerap disebut Lord Luhut itu.

Baca Juga:Tekan Penggunaan Kertas, Pemkot Bandung Terapkan Surat Digital Mulai April 2022

"Saya geram banget. Saya mau ngasih dia popok sama dot, deh. Ya, memang karena kekanak-kanakan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak