Warga Bandung Barat Bawa Sesajen ke Sesar Lembang dan Sembelih Kambing Hitam di Puncak Gunung Batu, Ada Apa?

Bagian kepala kambing pun kemudian dikubur bersama sejumlah sesajen lainnya. Sementara bagian tubuhnya dibagikan kepada warga yang datang.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 31 Maret 2022 | 18:04 WIB
Warga Bandung Barat Bawa Sesajen ke Sesar Lembang dan Sembelih Kambing Hitam di Puncak Gunung Batu, Ada Apa?
Warga menjalankan Tradisi Tumbalan Gunung Batu di Puncak Gunung Batu, Kecamatan Lembang, Bandung Barat pada Kamis (31/3/2022). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Hal itu ditandai dengan keberadaan dua makam keramat atau petilasan, yang tertulis atas nama Embah Mangkunagara yang dulunya sebagai kepala negara dan Embang Jambrong yang menjadi wakilnya.

"Dulu sejarahnya menurut juru kunci dulu Gunung Gabtu itu tempat perkumpulan para panganggung kepala negara, para dalem," ujar Lasmana, nama asli Abah Ujang.

Ada beberapa batu besar di puncak Gunung Batu yang ternyata memiliki arti. Seperti batu besar di dekat pintu masuk makam keramat yang disebut Embang Lawang atau tempat jaga Pangangung.

Kemudian batu besar dekat sebuah tugu yang dibangun TNI, yang dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para tokoh-tokong yang diagungkan saat dahulu kala.

Baca Juga:Jelang Ramadhan, Pengunjung Membludak di Pasar Tanah Abang

"Sampai di bawah ada batu sapi nunggal, seperti pengantar mau pulang," ujar Ujang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat, Heri Partomo menyatakan, pihaknya mendukung upaya masyarakat dalam melestarikan budaya. Kedepannya, pihaknya bakal terus menggali potensi budaya di masyarakat.

"Terkait pelestarian budaya, terutama ritual di Bandung Barat, pada prinsipnya kami mendukung. Kami komunikasi dengan kepala desa, sesepuh untuk menggali budaya yang ada di wilayahnya, baik ritual, maupun lainnya," kata Heri.

Tidak hanya itu, Disparbud akan mendukung secara penuh baik secara moril maupun materil setiap kegiatan budaya di Bandung Barat.

"Terus terang, sampai saat ini kegiatan warisan budaya tak benda masih dilaksanakan secara lokal oleh pemerintah desa maupun RW, belum didukung sepenuhnya oleh pemda. Hal ini upaya kita dalam pelestarian potensi budaya di Bandung Barat," jelasnya.

Baca Juga:Ingat Pasti Meninggal, Warga Jalani Tradisi Bersih Makam di Bangka Tengah

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak