Plt Wali Kota Bandung Minta Pertamina Lebih Selektif Dalam Salurkan BBM Bersubsidi

Yana Mulyana juga mengimbau masyarakat gar tak membeli BBM secara berlebihan hingga menimbulkan fenomena panic buying.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 08 April 2022 | 20:12 WIB
Plt Wali Kota Bandung Minta Pertamina Lebih Selektif Dalam Salurkan BBM Bersubsidi
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana. [Antara]

SuaraJabar.id - Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana meminta pihak Pertamina sebagai penyedia bahan bakar minyak (BBM) agar dapat menyalurkan BBM subsidi secara tepat sasaran.

Tujuannya kata Yana, agar tak menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

"Pertamina mohon lebih selektif dan ditingkatkan agar solar bersubsidi diperuntukkan bagi yang membutuhkan," kata Yana, Jumat (8/4/2022) dikutip dari Antara.

Yana juga berharap agar Pertamina juga bisa memperhatikan soal harga BBM agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tak membeli BBM secara berlebihan hingga menimbulkan fenomena panic buying.

Baca Juga:Libur Panjang, Striker Persib Bandung Ezra Walian Pulang Kampung ke Belanda

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah juga berharap Pertamina dapat memperhatikan pasokan BBM dan gas pada libur cuti panjang selama 10 hari nanti.

"Diharapkan nantinya Pertamina dapat menjamin ketersediaan BBM, dalam mengantisipasi cuti bersama Idul fitri masyarakat yang akan bepergian di dalam kota maupun luar kota," kata Elly.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Warim Wiriwo mengakui jika sempat ada kelangkaan Pertalite di Kota Bandung pada beberapa waktu lalu. Hal ini terjadi karena peningkatan kebutuhan masyarakat di awal bulan Ramadhan.

Namun kini ia menjamin stok BBM di Kota Bandung dalam kondisi aman tersedia. Mulai dari Pertalite, Solar Bersubsidi, maupun jenis BBM lainnya.

"Mulai minggu ini, Pertalite di Kota Bandung dalam keadaan aman tersedia, kondisi stok Pertalite di tangki SPBU cukup sampai delapan hari dan pemasok terus datang, sehingga tidak mengandalkan stok yang sudah ada," kata Warim.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak