facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ridwan Kamil Klaim di Jabar Belum Ada Laporan Kasus Hepatitis Misterius, Minta Warga Jangan Panik

Galih Prasetyo Senin, 09 Mei 2022 | 14:32 WIB

Ridwan Kamil Klaim di Jabar Belum Ada Laporan Kasus Hepatitis Misterius, Minta Warga Jangan Panik
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil dan istri, Atalia Praratya Kamil seusai melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Senin (2/5/2022) [ANTARA/Ajat Sudrajat]

"Saya laporkan di Jawa barat belum ada," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengklaim bahwa Pemprov Jabar belum menerima laporan kasus hepatitis akut misterius di Jawa Barat hingga Senin ini, (9/5/2022). Namun, antisipasi terhadap potensi penularan penyakit itu tetap diwaspadai.

"Ada sebuah fenomena penyakit mirip hepatitis tapi tidak masuk hepatitis A, B, C tapi menyerang hati dengan gejala serupa. Di luar negeri sudah banyak ada yang meninggalkan. (Kasus di Indonesia) terduga di Jakarta, saya laporkan di Jawa barat belum ada," ungkap Ridwan Kamil saat meninjau Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (9/5/2022).

Sebagai upaya antisipasi, kata Ridwan Kamil, Pemprov Jabar bersama RSHS Bandung sudah membentuk tim ahli yang akan menangani jika kasus hepatitis akut misterius itu kelak ditemukan di daerah Jabar. Selain itu, aspek lain yang turut disiapkan adalah infrastruktur kesehatan, baik alat maupun ruangan.

"Tim ahli sudah dibentuk oleh Pemprov Jabar bersama RSHS, laboratorium untuk mengecek apakah ini kategori terduga Hepatitis Akut Misterius atau seperti apa tadi saya sudah cek, sudah siap. Bahkan alat-alat teknologi molekular terbaru sudah dimiliki, ruangan juga sudah disiapkan, jaga-jaga jika ada di Jawa barat," ungkapnya.

Baca Juga: Anak di Tulungagung Meninggal Diduga Akibat Hepatitis Misterius, Begini Kondisi Terkahirnya

Ridwan Kamil mengimbau masyarakat agar tidak panik. Pola hidup sehat yang secara praktis di antaranya diterapkan pada protokol kesehatan Covid-19, diminta untuk tetap dilakukan.

"Masyarakat jangan panik, kita sudah mengalami jatuh bangun oleh pandemi," katanya.

"Jangan tukeran alat makan, kalau ada keluarga sakit jangan banyak interaksi kala terpaksa gunakan alat proteksi yang memadai, Insyallah kalau dilakukan tidak akan ada fenomena ini di Jabar," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di wilayah kabupaten/kota, serta pihak rumah sakit di Jawa Barat. Ia menyebut sudah ada 850 tenaga kedokteran yang telah melakukan rapat koordinasi membahas penyakit tersebut.

"Sejak ada surat edaran dari Kemenkes kami Jabar langsung melakukan rakor (rapat koordinasi) dengan seluruh RS di Jawa Barat, saat itu yang hadir ada 850 medis, dokter anak dan lain-lain, kami menyampaikan bahwa penyakit ini harus segera di waspadai, karena tingkatnya ada ringan sedang berat, kalau berat itu 90 persen meninggal," katanya.

Baca Juga: Cara Mencegah Terinfeksi Hepatitis Misterius yang Menular Lewat Saluran Cerna

Nina juga turut mengingat untuk tidak panik, namun tetap disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat, terlebih menjaga kebersihan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait