facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tingkat Kepuasan Publik Turun, Pengamat Desak Presiden Jokowi Segera Lakukan Evaluasi Kinerja Menteri

Galih Prasetyo Kamis, 19 Mei 2022 | 09:52 WIB

Tingkat Kepuasan Publik Turun, Pengamat Desak Presiden Jokowi Segera Lakukan Evaluasi Kinerja Menteri
Jokowi jelang terbang ke AS hadiri KTT ASEAN-AS di Washington DC. (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Presiden Jokowi perlu melakukan evaluasi terhadap menteri yang kinerjanya kurang maksimal,"

SuaraJabar.id - Hasil survei kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi menurut survei terbaru Indikator Politik Indonesia turun ke angka 58,1 persen.

Terkait kondisi seperti ini, pengamat politik dari IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman mendesak presiden Jokowi segera melakukan evaluasi kinerja para menteri yang kerjanya kurang maksimal

"Presiden Jokowi perlu melakukan evaluasi terhadap menteri yang kinerjanya kurang maksimal," ucapnya mengutip dari Antara, Kamis (19/5/2022).

Menurut Arif, evaluasi kinerja menteri dilakukan agar pemerintahan bisa tetap berjalan maksimal hingga akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo

“Presiden Jokowi seyogyanya melakukan evaluasi. Sehingga pos kementerian dapat maksimal, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak,"

Baca Juga: Terpopuler: Alya dan Elin Pengamen Cantik Keluhkan Perekam Video Tanpa Izin, Sapi Jokowi Diduga Suspect PMK

Sebelumnya, menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, tingkat kepuasaan publik terhadap Jokowi kembali turun menjadi 58,1 persen.

Burhanuddin menyebutkan penurunan kepuasan terhadap kinerja Jokowi, disebabkan harga kebutuhan pokok yang melonjak, terutama minyak goreng.

"Secara umum, penurunan approval Presiden Jokowi kali ini disebabkan oleh kesenjangan (gap) antara ekspektasi kebijakan dengan realitas di lapangan terkait penanganan minyak goreng," ungkapnya.

Diketahui, angka kepuasan tersebut menurun dibanding survei sebelumnya pada 20-25 April 2022, dengan persentase kepuasan 59 persen. [ANTARA]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait