Misteri Kematian Anggota Polisi di Tasikmalaya Terjawab, Ini Hasil Autopsinya

"Lebam pada bagian wajah dan leher berwarna keunguan gelap akibat dari hipoksia," ujarnya.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:12 WIB
Misteri Kematian Anggota Polisi di Tasikmalaya Terjawab, Ini Hasil Autopsinya
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono membeberkan hasil autopsi Bripka Iwan Suhendar. [Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar]

SuaraJabar.id - Penyebab kematian anggota polisi di Tasikmalaya bernama Bripka Iwan Suhendar yang meninggal pada hari Minggu (22/5/2022) akhirnya terjawab.

Sebelumnya, kepergian Bripka Iwan sempat mengundang tanda tanya. Pasalnya, sehari sebelumnya ia dalam keadaan sehat. Tiba-tiba saja dilarikan RSUD SMC, hingga menghembuskan napas terakhirnya.

Salain itu, pada jenazah Bripka Iwan ada tanda yang ganjil. Pada bagian pipi dan lehernya terdapat lebam berwarna ungu gelap. Sepintas tampak seperti bekas pukulan. Karena itulah Polres Tasikmalaya melakukan penyelidikan.

“Kami langsung meminta keterangan dari semua pihak. Sampai sehari sebelumnya almarhum ngapain saja dan ke mana saja,” terang Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono kepada kapol.id, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga:Polisi Bekuk Pendiri Sekaligus Admin TikTok Geng Motor Jakarta Misteri, Cari Lawan Tawuran Secara Acak

Di samping menghimpun sejumlah informasi terkait aktivitas Bripka Iwan, Polres Tasikmalaya juga melakukan autopsi. Jenazah diberangkatkan pada Senin (23/5/2022) ke RSUD Kabupaten Garut.

“Kami sudah terima informasi terkait hasil autopsinya. Memang belum dalam bentuk surat secara resmi, baru berdasarkan hasil wawancara dengan dr. Fahmi yang melakukan autopsi,” tambah Rimsyahtono.

Di antara hasilnya menunjukkan bahwa Bripka Iwan meninggal akibat serangan jantung. Tidak ada indikasi yang mengarahkan pada tindak kekerasan sehingga yang bersangkutan meninggal.

“Memang almarhum ini memiliki riwayat penyakit jantung. Lebam pada bagian wajah dan leher berwarna keunguan gelap akibat dari hipoksia. Jadi memang kurang asupan oksigen,” tambah Rimsyahtono.

Sementara langkah Polres Tasikmalaya memilih RSUD Kabupaten Garut sebagai tempat autopsi tidak terlepas dari jadwal dr. Fahmi sendiri. Berdasarkan jadwan, dokter forensik tersebut praktik di RSUD SMC tiap hari Selasa, sementara Polres Tasikmalaya butuh kepastian jawaban secepat mungkin.

Baca Juga:Live Instagram saat Serang Kawasan Johar Baru, Pendiri Geng Motor Jakarta Misteri Beli Sajam Online

“Kami memang harus cepat bertindak. Lagipula Kabupaten Tasikmalaya kan tidak punya dokter forensik. Hasil autopsi ini juga yang menjadi kesimpulan sementara kami terkait penyebab kematian almarhum, yaitu karena penyakit. Tapi proses penyelidikan itu terus berlangsung. Ada informasi apapun terus kami tampung,” pungkas Rimsyahtono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak