facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cegah Cacar Monyet, Dinkes Jawa Barat Minta Warga Hidup Bersih

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 25 Mei 2022 | 05:00 WIB

Cegah Cacar Monyet, Dinkes Jawa Barat Minta Warga Hidup Bersih
Ilustrasi mengajarkan anak cuci tangan. (Pexels/KetutSubiyanto)

"Jadi memang dalam hal ini seperti Flu Singapura yang pada anak-anak lalu pada binatang pun termasuk penyakit gigi dan mulut," kata dia.

SuaraJabar.id - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengingatkan warga untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah terpapar berbagai penyakit termasuk wabah cacar monyet atau monkeypox.

Penyakit ini disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili Poxviridae yang bersifat highly pathogenic.

"Sekali lagi kami berupaya preventif pencegahan dalam hal ini sosialisasi dan menyampaikan terutama PHBS-nya."

"Perilaku hidup bersih dan sehat karena untuk penanganan dan sebagainya, kami menunggu sesuai dengan pedoman yang disampaikan oleh Kemenkes," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Raden Vini Adiani Dewi di Gedung Sate Bandung, Selasa (24/5/2022).

Ditemui seusai menjadi pembicara pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) "Evaluasi Penyelenggaraan Mudik dan Balik Idul Fitri 1443 H/2022 M di Jabar", dr Vini menuturkan Dinkes Jawa Barat hingga saat ini masih menunggu arahan Kementerian Kesehatan terkait wabah penyakit cacar monyet.

"Untuk cacar monyet sekali lagi pada prinsipnya menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan," kata dia.

Selain itu, lanjut dr Vini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga telah menyampaikan instruksi ke dinas kesehatan tingkat kabupaten/kota terkait tindakan pencegahan penyakit tersebut.

"Tapi kalau untuk promosi preventif pencegahannya sudah kami sampaikan kepada seluruh dinas kota kabupaten. Jadi memang dalam hal ini seperti Flu Singapura yang pada anak-anak lalu pada binatang pun termasuk penyakit gigi dan mulut," kata dia.

Wabah cacar monyet (monkeypox), yang telah diidentifikasi di sejumlah negara, terutama wilayah Eropa, telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatur pertemuan darurat, menurut laporan terbaru.

Pertemuan tersebut juga diadakan di tengah kasus di Inggris yang diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 11 kasus pada Jumat (20/5). [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait