Pembunuh Suporter Persib di Sukabumi Diduga Lebih dari Satu Orang, Pelaku Masih Diburu Polisi

"Pelaku diduga lebih dari satu orang dan untuk rekan korban berhasil diselamatkan,"

Galih Prasetyo
Minggu, 03 Juli 2022 | 14:08 WIB
Pembunuh Suporter Persib di Sukabumi Diduga Lebih dari Satu Orang, Pelaku Masih Diburu Polisi
Ilustrasi pembunuhan, mutilasi, pembantaian, jenazah, mayat, sadis, penjahat, perampok, pisau (Freedigitalphotos/Toa55)

SuaraJabar.id - Pembunuh suporter Persib di Sukabumi, warga Kampung Gentong diduga lebih dari satu orang. Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi saat ini masih memburu para pelaku.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan sudah membuat tim untuk memburu pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap S yang mengakibatkan korban tewas akibat luka tusuk pada dan punggungnya," kata Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satreskrim Polres Sukabumi, Inspektur Polisi Dua Ruskan.

Dari hasil penyelidikan sementara dan pemeriksaan sejumlah saksi, aksi pembunuhan yang terjadi di Kampung Jayanti, RT 01/04, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu terhadap korban yang merupakan warga Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu diduga dilakukan lebih dari satu orang.

Kejadian ini berawal saat korban bersama rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor untuk nonton bareng Persib vs PSS dihadang gerombolan pemuda yang mengendarai sepeda motor.

Baca Juga:Suporter Persib Tewas Dibacok, Berniat Nobar Persib Bandung VS PSS Sleman

Usai menghadap korban dan rekannya, gerombolan tersebut tanpa basa-basi langsung mengeluarkan senjata tajamnya dari balik bajunya dan secara membabi buta menyabetkan ke arah S dan rekannya.

Korban pun sempat melarikan diri sejauh sekitar 200 meter ke arah Kantor Desa Jayanti, ini diketahui saat pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi yang melihat terdapat ceceran darah korban. Namun, karena luka parah yang dialami S, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi.

"Pelaku diduga lebih dari satu orang dan untuk rekan korban berhasil diselamatkan. Dari hasil otopsi dokter forensik RSUD Sekarwangi Cibadak, penyebab korban meninggal akibat sejumlah luka sabetan tusukan senjata tajam. Luka paling para terdapat di bagian punggung dan dadanya," tambahnya. [ANTARA]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak