facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nama Muhammad dan Maria Kembali Digunakan untuk Promosi Penjualan

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 07 Juli 2022 | 21:27 WIB

Nama Muhammad dan Maria Kembali Digunakan untuk Promosi Penjualan
Petugas Satpol PP Kabupaten Banyumas hendak menurunkan media promosi yang terpasang di wilayah Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Kamis (7/7/2022). [ANTARA/HO-Aifa Mart]

"Ini masih dalam proses penyelidikan, saya koordinasikan dengan Kesbangpol, Majelis Ulama Indonesia, FKUB, Kemenag maupun instansi lain," ujarnya.

SuaraJabar.id - Salah satu toko modern di Purwokerto, Jawa Tengah membuat promosi penjualan minyak goreng bagi pemilik nama Muhammad dan Maria atau Maryam. Penjualan minyak goreng itu dipromosikan dalam banner yang di pasang di sejumlah tempat.

Khawatir promo penjualan minyak goreng dengan membawa nama Muhammad dan Mari tersebut menimbulkan keresahan warga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas menurunkan paksa banner yang telah terpasang di sejumlah tempat tersebut.

"Saya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada spanduk atau baner yang isinya diskon pembelian minyak goreng dari toko Aifa Mart asalkan pembelinya bernama Muhammad dan Maria atau Maryam," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas Setia Rahendra, Kamis (7/7/2022).

Oleh karena khawatir media promosi tersebut berdampak terhadap resistensi agama, kata dia, pihaknya langsung melakukan penertiban dengan cara menurunkan sejumlah baner yang terpasang di wilayah Kecamatan Purwokerto Barat.

Baca Juga: Muhammad Ferarri dan Cahya Supriadi Bikin Sulit Penyerang Timnas U-19 Thailand

Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan dari pihak manajemen Aifa Mart selaku pembuat media promosi tersebut.

"Ini masih dalam proses penyelidikan, saya koordinasikan dengan Kesbangpol, Majelis Ulama Indonesia, FKUB, Kemenag maupun instansi lain, nanti langkah-langkah yang harus kami lakukan seperti apa," katanya pula.

Dalam kesempatan terpisah, perwakilan manajemen Aifa Mart Brili Agung Zaky Pradika mengatakan materi dalam media promosi yang dipermasalahkan itu sebenarnya terinspirasi dari Masjid Jogokariyan, Yogyakarta yang memberikan hadiah bagi pemilik nama Muhammad dan Maryam yang Shalat Subuh berjamaah di masjid tersebut.

Menurut dia, apa yang dilakukan Masjid Jogokariyan menginspirasi manajemen Aifa Mart untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang memiliki nama Muhammad dan Maria atau Maryam.

"Sebelum promo ini diluncurkan, kami sudah koordinasi dengan beberapa ahli bahasa, akademisi, dan segala macam dari Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Red.)," katanya lagi.

Baca Juga: Album 'MANIFESTO: DAY 1' ENHYPEN Lampaui 1 Juta Copy Penjualan, Begini Kata Netizen Korea

Ia mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan orang-orang yang memiliki nama Muhammad, Maria maupun Maryam untuk mengetahui responsnya seperti apa.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait