Kasus Meninggal Dunia Akibat DBD di Tasikmalaya Tertinggi di Indonesia

Yang harus dilakukan orang terdekat jika menemukan anak atau siapapun demam, adalah segera bawa korban ke Puskesmas terdekat.

Ari Syahril Ramadhan
Sabtu, 09 Juli 2022 | 08:53 WIB
Kasus Meninggal Dunia Akibat DBD di Tasikmalaya Tertinggi di Indonesia
ILUSTRASI - Petugas Dinas Kesehatan Kota Cimahi Melakukannya Fogging untuk Memutuskan Penualran DBD, yang Kasusnya Meningkat Belakangan ini. [Suara.com/Ferry Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi yang tertinggi di Indonesia. Sejak awal 2022 hingga saat ini, sudah ada 19 orang di kota itu yang meninggal akibat DBD.

Dua dari 19 orang yang meninggal akibat DBD tersebut diketahui masih berstatus anak. Keduanya merupakan warga Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes. Kedua anak itu meninggal di hari yang sama.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Abdulah Mubarok, membenarkan dua anak meninggal dunia akibat DBD di hari yang sama.

Ia mengatakan, total kematian akibat DBD dari awal tahun 2022 kini berjumlah 19 orang.

Baca Juga:Izin ACT Dicabut Kemensos, Baznas Bandung Barat Khawatirkan Hal Ini

Sementara angka kasus DBD yang menjangkit Kota Tasikmalaya hingga hari ini jadi 1154 orang. Adapun 16 orang di antaranya merupakan anak-anak.

“Dari hasil temuan Dinkes di lapangan, ternyata juga ditemukan jentik nyamuk DBD di kamar mandi rumah korban,” katanya, Jumat (8/7/2022).

Menurutnya, tingkat resistensi nyamuk DBD di Kota Tasikmalaya kini terbilang memiliki kekebalan luar biasa. Sehingga meski melakukan pencegahan lewat fogging, juga sangat tidak efektif. Malah mengancam nyawa manusia.

Oleh karena itu, untuk mencegah kasus DBD yang menjangkit Kota Tasikmalaya, maka pemberantasan sarang nyamuk menjadi solusi.

“Terutama di tempat genangan air, mulai dari bak mandi dispenser, kulkas atau genangan lainnya,” tuturnya.

Baca Juga:Momen Mengharukan Ketika Anak Sopir Angkot Lulus Sebagai Polisi Jadi Sorotan, Udin: Kalau Mau Kayak Jangan Jadi Polisi

Lanjutnya menambahkan, yang harus dilakukan orang terdekat jika menemukan anak atau siapapun demam, adalah segera bawa korban ke Puskesmas terdekat.

“Nantinya akan ada pemeriksaan NS One, untuk mendeteksi DBD secara akurat,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak