Bahkan penyerangan tidak berhenti sampai di situ, meski korban sudah meminta maaf. Sebab sejumlah remaja pelaku pengeroyokan itu kembali menunggu di depan sekolah korban pada Sabtu (13/8/2022).
Penganiayaan dan pengeroyokan ini tentu ikut membuat publik naik darah. Warganet mendesak orang tua korban untuk tidak menerima permintaan maaf maupun permohonan damai pelaku.
"Terimakasih atas informasinya, akan kami tindaklanjuti, mohon doa dan dukungannya terimakasih," kata Polrestabes Medan.
"Kalo aku jadi orang tua yang dikeroyok, ogah damai titik," komentar warganet.
Baca Juga:Viral! Wanita Bermobil Mewah Curi Coklat di Minimarket, Tagar Coklat Sontak Menggema di Twitter
"Yuk daftar di smack down heyy para remaja yang sok hebat dengan amarah nya," ujar warganet.
"Kok gregetan yaa tolong dong Jangan di selesai kan secara keluarga karena kan bukan keluarga juga. Proses Hukum yang berlaku aja," tutur warganet.
"Inilah bibit yang akan menghancurkan dunia olahraga.. kalo nggak mau bersengolan dengan alasan apapun mending tidur aja," imbuh warganet lain.
"Mau jadi apa bocah.. bocah.. Nampak sekali arogan, kalo mau gulat ya di Ring.. bukan kaya gini caranya," timpal yang lainnya.