Sukabumi Dikepung Banjir! Sawah Jadi Beton, Kantor Desa Terendam hingga Jalan Utama Retak

Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, memicu bencana banjir luapan dan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik vital.

Andi Ahmad S
Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:42 WIB
Sukabumi Dikepung Banjir! Sawah Jadi Beton, Kantor Desa Terendam hingga Jalan Utama Retak
Kondisi Ruas Jalan Batas Kota di Sukabumi, Jawa Barat Retak [Sukabumiupdate]
Baca 10 detik
  • Hujan deras pada Jumat (5/12/2025) menyebabkan luapan air di Desa Sukajaya, Sukabumi, dan merusak jalan. Perubahan fungsi lahan dan drainase buruk memperparah daya serap tanah.

  • Kepala Desa Sukajaya menyebut alih fungsi lahan dari sawah ke permukiman sebagai penyebab utama luapan air. Daya serap tanah menurun drastis, memperburuk kondisi genangan.

  • Desa Sukajaya melaporkan keretakan jalan dan khawatir akan potensi amblas jika hujan deras terulang. Koordinasi sedang dilakukan untuk penanganan darurat.

SuaraJabar.id - Peringatan nyata akan dampak masifnya alih fungsi lahan kembali terjadi. Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal asri kini harus menghadapi konsekuensi serius dari perubahan tata ruang yang tidak seimbang.

Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, memicu bencana banjir luapan dan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik vital.

Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi. Bukan sekadar genangan biasa, air bah yang meluap ini menjadi sinyal bahwa tanah di kawasan tersebut sudah lelah menampung debit air.

Fenomena ini menjadi sorotan tajam, terutama bagi generasi muda yang aware terhadap isu lingkungan, bahwa betonisasi tanpa resapan adalah bom waktu.

Baca Juga:3 Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera Menurut Pakar IPB

Kepala Desa Sukajaya, Deden Gunaefi, memberikan analisis lapangan yang menohok. Menurutnya, banjir ini bukan semata-mata karena curah hujan tinggi, melainkan hilangnya area resapan air alami.

"Kondisi ini diperparah oleh perubahan fungsi lahan. Area yang sebelumnya merupakan lahan persawahan kini telah dipadati permukiman dan bangunan, sehingga kemampuan tanah untuk menahan limpasan air semakin menurun," kata Deden, dilansir dari SukabumiUpdate - jaringan Suara.com Sabtu (6/12/2025).

Sawah yang dulunya berfungsi sebagai spons alami penyerap air, kini telah tertutup semen dan aspal perumahan. Dampaknya, sistem drainase yang ada tidak lagi mampu menampung volume air yang datang secara tiba-tiba dalam jumlah besar.

Saluran air yang meluap tidak pandang bulu. Fasilitas pelayanan publik seperti Kantor Desa Sukajaya pun tak luput dari genangan.

Hal ini tentu menghambat pelayanan kepada masyarakat dan menjadi ironi tersendiri di mana pusat pemerintahan desa justru menjadi korban dari tata kelola lingkungan di wilayahnya sendiri.

Baca Juga:Banjir Sumatera Bukan Murni Bencana Alam, Pakar IPB Sebut 'Pesan Kematian' dari Pembalakan Liar

Dampak cuaca ekstrem ini ternyata merambat ke kerusakan infrastruktur jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Deden melaporkan temuan visual yang mengkhawatirkan pasca-hujan reda. Terjadi keretakan tanah yang cukup signifikan pada beberapa ruas jalan strategis.

Titik-titik keretakan tersebut teridentifikasi di:

  • Jalan Cisarua – Kampung Nangewer
  • Jalan Batas Kota Subangjaya – Palasari (di kawasan Kampung Ciaul – Padangenyang)

Kondisi tanah yang labil akibat gerusan air membuat struktur jalan menjadi rapuh. Deden secara terbuka menyatakan kekhawatirannya bahwa keretakan ini hanyalah gejala awal dari potensi bencana yang lebih besar, yakni tanah amblas atau longsor, jika hujan dengan intensitas serupa kembali mengguyur dalam waktu dekat.

Merespons situasi yang kian mendesak, Pemerintah Desa Sukajaya tidak tinggal diam. Langkah taktis segera diambil untuk mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi yang lebih besar.

Pihak desa kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), guna melakukan penanganan darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak