Terpopuler: Video Pria Diduga Oknum TNI Intimidasi Pelapor Kasus Malpraktik, Mimpi Buruk Luis Milla di Laga Debut

Yusril Ihza Mahendra membantah kabar yang menyebutkan bahwa ada dana yang dikelola oleh PT Taspen untuk kepentingan pencalonan presiden 2024.

Galih Prasetyo
Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:25 WIB
Terpopuler: Video Pria Diduga Oknum TNI Intimidasi Pelapor Kasus Malpraktik, Mimpi Buruk Luis Milla di Laga Debut
Pelatih anyar Persib Bandung Luis Milla. (HO/Persib.co.id)

SuaraJabar.id - Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum PT Taspen membantah kabar yang menyebutkan bahwa ada dana yang dikelola oleh PT Taspen untuk kepentingan pencalonan presiden 2024.

"Tidak ada dana yang dikelola oleh PT Taspen yang disiapkan untuk kepentingan pencalonan Presiden oleh siapa pun dan oleh pihak mana pun juga," ungkapnya.

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, membagikan video intimidasi yang dilakukan pria diduga oknum TNI.

Dalam video yang dibagikan Hotman, tampak sebuah mobil didatangi pria yang menggunakan masker dan jaket hitam. Dalam video terlihat sejumlah pria mendekati mobil itu.

Baca Juga:Gadis Ini Minta Sambal Ayam Geprek Luar Biasa Banyaknya, Netizen Lihat Wujudnya: Careful

Di keterangannya, Hotman mengatakan bahwa pria-pria tersebut diduga adalah oknum TNI yang mengintimidasi pelapor kasus malpraktik notaris.

1. Geger Kabar Dana Taspen untuk Pencapresan 2024, Yusril Ihza Mahendra Beberkan Hal Ini

Ketua Tim Hukum Jokowi - Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/M. Yasir)
Ketua Tim Hukum Jokowi - Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/M. Yasir)

Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum PT Taspen membantah kabar yang menyebutkan bahwa ada dana yang dikelola oleh PT Taspen untuk kepentingan pencalonan presiden 2024.

"Tidak ada dana yang dikelola oleh PT Taspen yang disiapkan untuk kepentingan pencalonan Presiden oleh siapa pun dan oleh pihak mana pun juga," ungkapnya.

Baca selengkapnya

Baca Juga:Persib Bandung Telan Pil Pahit Saat Bertandang ke PSM Makassar

2. Hotman Paris Bagikan Video Pria Diduga Oknum TNI Intimidasi Pelapor Kasus Malpraktik Notaris

Pria diduga oknum TNI intimidasi pelapor kasus malpraktik notaris (@hotmanparisofficial)
Pria diduga oknum TNI intimidasi pelapor kasus malpraktik notaris (@hotmanparisofficial)

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, membagikan video intimidasi yang dilakukan pria diduga oknum TNI.

Dalam video yang dibagikan Hotman, tampak sebuah mobil didatangi pria yang menggunakan masker dan jaket hitam. Dalam video terlihat sejumlah pria mendekati mobil itu.

Baca selengkapnya

3. Bayi 11 Bulan Meninggal di Rumah Pengasuh, Ayah Kesal Babysitter Rahasiakan Penyebab Kematian

Bayi meninggal dunia di rumah pengasuh. (Oh Bulan)
Bayi meninggal dunia di rumah pengasuh. (Oh Bulan)

Kisah pilu seorang bayi yang ditemukan meninggal dunia saat berada di rumah pengasuh tengah menjadi sorotan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak