“Sehingga masyarakat tidak melaporkan ke polsek setempat ataupun ke unit laka. Hingga besok paginya ditemukanlah sesosok mayat di dalam got (selokan) tersebut,” ungkapnya.
Akibat Kecelakaan itu, SDT mengalami sejumlah luka lecet di pipi kanan, tangan kanan, kedua lutut dan memar di bagian mata sebelah kanan. Sedangkan kondisi jasad S berdasarkan hasil visum luar di RSUD Palabuhanratu mendapat cedera kepala berat, memar dibagian mata sebelah kiri dan Luka lecet di pipi sebelah kiri.
“Kondisi SDT saat ini yang jelas dia trauma untuk mengendarai kendaraan, mengingat tanpa sadar dia sudah mengakibatkan orang lain meninggal. Pada saat kami tanyakan memang dia merasa bahwa dia sudah menabrak seseorang, tapi dia tidak menyadari siapa yang dia tabrak,” jelasnya.
Tak ingin kejadian serupa terulang lagi, Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah kemudian mengimbau kepada orang tua agar membatasi anak untuk mengendarai kendaraan.
“Saya juga perintahkan kepada kasat lantas bersama jajarannya untuk melakukan sweeping, agar anak-anak yang belum dewasa, belum punya SIM untuk jangan dulu berkendaraan,” tandasnya.