"Jokowi gagal, Jokowi gagal," teriak ratusan massa aksi.
Selain berorasi, mereka tampak membentangkan spanduk protes juga membakar ban. Sementara, aparat kepolisian tampak bersiaga di halaman dalam Gedung DPRD Jawa Barat, terpisah pagar terlilit kawat berduri.
Amatan Suara.com, unjuk rasa berlangsung aman. Tak ada bentrok antara aparat dan massa aksi. Hingga pukul 17.00 WIB, mahasiswa perlahan bubar.
Aksi hari ini menjadi perpanjangan demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa lainnya di dua hari kemarin (tanggal 5-6 September 2022). Di antaranya mahasiswa yang beraliansi dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB).
Baca Juga:Kecelakaan Truk Tangki di Cilacap, Pertamina Jamin Tak Ganggu Distribusi BBM
Aksi PRMB pada Selasa (6/9/2022) kemarin, setidaknya diikuti ratusan mahasiswa gabungan UPI, Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis Islam (STEMBI), Universitas Islam Nusantara (Uninus), International Women University (IWU), Universitas Nurtanio, Politeknik Padjadjaran dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA).
Tak hanya mahasiswa, unjuk rasa kenaikan harga BBM bersubsidi di Kota Bandung turut digelar kelompok basis Islam menamakan diri Aksi Penyelematan Indonesia (API), Senin (5/9/2022). Beberapa tokoh yang terlihat turut adalah Eggi Sudjana pembesut Partai Pemersatu Bangsa, serta Ustaz Asep Syaripudin yang juga aktif sebagai Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat.
Baik mahasiswa maupun kelompok API sama-sama menegaskan penolakan mereka atas kebijakan pemerintah pusat ihwal naiknya harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga harga itu dinilai akan semakin membebani kehidupan masyarakat, disebut mencekik rakyat.
Kontributor : M Dikdik RA
Baca Juga:Penarik Betor di Medan Datangi Pertamina, Protes BBM Naik