Pedagang Liar Bikin Omzet Pedagang Ayam di Pasar Tradisional Kota Cimahi Anjlok

"Sekarang mah dapat Rp 2 juta juga udah alhamdulillah," ucapnya.

Andi Ahmad S
Kamis, 22 September 2022 | 13:56 WIB
Pedagang Liar Bikin Omzet Pedagang Ayam di Pasar Tradisional Kota Cimahi Anjlok
Ilustrasi Pedagang ayam. [Dok.Antara]

SuaraJabar.id - Menjamurnya pedagang ayam liar di pinggir jalan mempengaruhi pendapatan pedagang di pasar tradisional di Kota Cimahi. Seperti yang dialami Muhyi Setiawan (48).

Pedagang ayam di Pasar Atas Baru Kota Cimahi itu menuturkan, sebelum menjamurnya pedagang liar dalam sehari ia biasanya bisa menjual 100 kilogram lebih ayam potong. Namun kini turun hingga 50 persen.

"Biasanya dulu saya habis 100 kilogram lebih setiap hari. Sekarang paling 50-60 kilogram. Minimal biasanya habis," terang Muhyi kepada Suara.com pada Kamis (22/9/2022).

Penurunan penjualan itu otomatis berpengaruh terhadap omzet yang didapatnya. Dulu biasanya Muhyi bisa mendapat Rp 4-5 juta per hari. Namun kini menurun sejak adanya pedagang ayam liar di pinggir jalan.

Baca Juga:Indonesia-Singapura Sepakat Bangun Potensi Ekonomi di Sektor Jasa dan Ekonomi Hijau

"Sekarang mah dapat Rp 2 juta juga udah alhamdulillah," ucapnya.

Muhyi membeberkan, ada sejumlah faktor yang membuat pembeli di pasar beralih membeli ayam di kepada pedagang liar. Di antaranya perbedaan harga yang sangat mencolok.

Harga daging ayam di pasar tradisional kini dijual Rp 32 ribu per kilogram. Sementara di pedagang liar berani banting harga lebih murah.

"Selisihnya itu bisa Rp 2-3 ribu, jadi mereka itu banting harga lebih murah. Sementara di pasar kan gak bisa seperti itu karena harus diperhitungkan semuanya," ungkap Muhyi.

Selain selisih harga, kata dia, daya beli masyarakat saat ini menurutnya masih belum stabil. Apalagi dengan adanya kenaikan harga BBM ini. "Sekarang daya beli masyarakat masih kurang. Kemudian sekarang masyarakat kan lebih milih yang deket," tuturnya.

Baca Juga:Resmikan Empat Pasar di Akhir Masa Jabatan, Anies Selipkan Pesan ke Para Pedagang

Muhyi dan pedagang di pasar tradisional lainnya berharap Pemkot Cimahi bisa menemukan solusi terkait permasalahan ini. "Harapannya minimal harganya disamaratakan atau pedagang itu pindah ke pasar. Sekarang buat apa ada pasar, sementara masih ada pedagang liar dimana-mana," pungkasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Pasar pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi Andri Gunawan mengatakan, pihaknya sudah menerima keluhan dari para pedagang terkait permasalahan tersebut.

"Mereka mempermasalahkan harganya yang dibawah pasaran dan juga legalitasnya," katanya.

Bahkan tahun lalu, kata dia, para pedagang sudah melakukan audiensi dengan DPRD Kota Cimahi namun hingga kini belum ada kelanjutannya. "Sementara ini yang kita lakukan memberikan pemahaman kepada pedagang. Karena itu tupoksinya lintas OPD," ujarnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak