Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Film Before, Now and Then (Nana) yang Gunakan Dialektika Sunda

Pemda Provinsi Jabar pun mendukung penuh pembuatan produksi film tersebut dari awal.

Fabiola Febrinastri
Rabu, 19 Oktober 2022 | 18:37 WIB
Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Film Before, Now and Then (Nana) yang Gunakan Dialektika Sunda
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil usai menonton film Before, Now and Then (Nana) di XXI Cihampelas Walk, Jabar, Selasa (18/10/2022). (Dok: Pemprov Jabar)

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengapresiasi penayangan film Before, Now and Then (Nana) dengan menggunakan dialektika Bahasa Sunda

Film ini berkompetisi dengan film lainnya di Festival Film Internasional Berlin ke-72 pada Februari 2022. Film ini juga berhasil menyabet berbagai penghargaan dan diapresiasi oleh 17 negara dengan 50 tempat yang berbeda. 

"Hari ini, kita menyaksikan dan merayakan sebuah peristiwa bersejarah. Disebut bersejarah, karena film di era hari ini berbahasa daerah, khususnya berbahasa Sunda yang hasilnya luar biasa," kata Gubernur, usai menonton film Before, Now and Then (Nana) di XXI Cihampelas Walk, Jabar, Selasa (18/10/2022). 

Penggunaan bahasa daerah (Sunda), menurut Gubernur, menjadi suatu gebrakan nyata dalam melestarikan kembali kebudayaan daerah.  

Baca Juga:Wisata Asyik, Gubernur Jawa Barat Gunakan Kendaraan Listrik

"Di tengah gempuran makin melemahnya penggunaan bahasa ibu, kita punya medium berupa film yang membangkitkan lagi semangat kebudayaan, bahwa kita ini memang kaya dengan nilai-nilai identitas," ujarnya. 

Gubernur pun mengaku terharu ketika menonton film yang berlatarkan Indonesia di era 60-an, pasca kemerdekaan. Alunan musiknya dan gestur dari para pemerannya membuat emosi penonton ikut terbawa ke dalam suasana film. 

"Secara sinematografi sebagai "moviegowers" , saya juga sangat terharu. Sinematografinya, musiknya keren banget, saya apresiasi. Sehingga tanpa bicara pun saya perhatikan emosinya mengalir karena faktor kualitas dari musikalnya juga luar biasa," paparnya.

Pemda Provinsi Jabar pun mendukung penuh pembuatan produksi film tersebut dari awal. Hal itu sebagai komitmen nyata pemerintah dalam memajukan industri film Indonesia di kancah internasional. 

"Film ini didukung dari awal oleh Pemda Provinsi Jabar. Kita support berbagai fasilitas karena memang saya sangat ingin tanah Jawa Barat dijadikan lokasi-lokasi syuting. Mau konteks zaman dulu, bangunan heritage juga banyak di Bandung. Alamnya indah, semua ada, termasuk kampung yang masih karuhun di Ciptagelar," ungkap Gubernur.

Baca Juga:Gubernur Ridwan Kamil Pamer Pembangunan Masjid Megah Al-Jabbar, Warga Kritik Habis Terkait Jalan Bolong

Sutradara film Before, Now and Then (Nana) Kamila Andini mengatakan, penggunaan bahasa daerah sebagai bentuk eksplorasi budaya lokal di Indonesia. 

"Saya selalu berusaha untuk memakai bahasa lokal, juga mengeksplorasi budaya lokal di Indonesia. Di film ini, kesempatan yang spesial dan sangat membahagiakan karena bicara tentang tanah dan akar budaya sendiri, keluarga saya semua dari Jawa Barat," sebutnya. 

Tak hanya itu, Kamila mengungkapkan, penuturan kata yang terucap dalam film tersebut merupakan memorinya sejak kecil. 

"Ini yang saya dengar sejak kecil, bahasa ibu saya jadi lantunan Cianjuran. Bahasa yang ada di situ sesuatu yang sangat dekat dan personal," ujarnya. 

"Jadi kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya sebagai kreator menampilkan kembali memori-memori dari diri saya, yang kiranya bisa menjadi relasi untuk semua berlatar belakang Sunda. Semoga saya bisa mengolah budaya yang sangat kaya ini, dan bisa diteruskan," tambah Kamila.

Lifestyle

Terkini

BRI mengambil sikap beradaptasi dengan rencana kerja 2020-2025.

News | 16:00 WIB

Penyerahan itu dilakukan secara simbolis di Desa Nagrak kepada perwakilan warga pemilik rumah rusak sesuai kriteria masing-masing.

News | 13:43 WIB

"Jadi di Indonesia ini sudah identifikasi 295 patahan aktif. Namun patahan Cugenang yang ini belum termasuk yang teridentifikasi," ujar Dwikorita.

| 21:29 WIB

Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk berhati-hati.

News | 20:00 WIB

"Ini pemberian dari Ryan Dono untuk pihak perempuan, di luar mas kawin," kata Dedi Mulyadi.

News | 17:37 WIB

Rumah tahan gempa serupa juga pernah dibangun sebagai hunian tetap (huntap) korban gempa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

News | 16:14 WIB

"Bahkan elektabilitas beberapa capres papan tengah, seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY) memperlihatkan trend menurun," ujarnya.

News | 15:23 WIB

"Jika Hery Jung berhasil ditahan maka selanjutnya tinggal satu nama yang harus terus diusut secara tuntas yaitu Heru Darmanto," kata Manajer Advokasi Walhi Jabar, Iwank.

News | 14:49 WIB

Diketahui, guncangan kuat gempa bumi yang berpusat di darat wilayah Sukabumi merupakan gempa intraslab atau gempa Benioff.

News | 13:12 WIB

Mereka berbondong-bondong berangkat dari desa masing-masing menggunakan mobil angkutan kota sejak pukul 05.00 WIB.

News | 10:34 WIB

Sigit meninjau langsung tempat kejadian bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar sekaligus menjenguk korban bom bunuh diri di Rumah Sakit Immanuel.

News | 10:02 WIB

"Ada petugas di depan polsek, dari selatan ke utara saja satu jalur," kata Deden.

News | 09:57 WIB

Sukabumi, Jawa Barat Kamis (8/12) pagi diguncang gempa bumi.

News | 08:12 WIB

Kapolri langsung menyalami pejabat-pejabat di lingkungan Polda Jawa Barat. Kemudian Listyo masuk ke area Polsek Astanaanyar setelah anggotanya melakukan sterilisasi.

News | 13:39 WIB

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Aswin Siregar mengatakan penyidik Densus 88 sudah berada di lokasi Polsek Astanaanyar Bandung.

News | 12:33 WIB
Tampilkan lebih banyak