Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Gempa Sukabumi Berkekuatan Magnitudo 5.8

Diketahui, guncangan kuat gempa bumi yang berpusat di darat wilayah Sukabumi merupakan gempa intraslab atau gempa Benioff.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 08 Desember 2022 | 13:12 WIB
Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Gempa Sukabumi Berkekuatan Magnitudo 5.8
Rumah warga mengalami kerusakan akibat hempa Sukabumi berkekuatan magnitudo 5.8 pada Kamis (8/12/2022). [Sukabumiupdate.com/Istimewa]

SuaraJabar.id - Gempa Sukabumi pada Kamis (8/12/2022) pukul 07.50.57 WIB berkekuatan Magnitudo 5.8 menyebabkan sejumlah bangunan di wilayah Sukabumi mengalami kerusakan.

Seperti di Kecamatan Ciambar, Nagrak dan Parakansalak, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak akibat guncangan gempa.

Diketahui, guncangan kuat gempa bumi yang berpusat di darat wilayah Sukabumi  merupakan gempa intraslab atau gempa Benioff.

Di Kecamatan Ciambar, rumah warga bernama Iis rusak sedang lantaran dinding kamar tidur dan kamar mandi roboh diguncang gempa. Rumah yang dihuni tiga jiwa ini berlokasi di Kampung Panagan RT 05/09 Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar. Kebutuhan saat ini adalah material bangunan.

Baca Juga:4 Fakta Gempa Sukabumi 8 Desember, Lebih Kuat dari Goncangan Sekelasnya

Kemudian dua rumah mengalami rusak ringan di Kampung Bojong Kawung RT 01/08 Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Dua rumah ini milik Cepi (dihuni lima jiwa) dan milik Babas (dihuni empat jiwa). Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini, namun dibutuhkan material bangunan.

Selanjutnya dinding bangunan sekolah MTs Cikoredas di Kampung Cikoredas RT 02/08 Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, retak akibat getaran gempa. Aparat setempat saling berkoordinasi untuk melakukan asesmen di lapangan dan meminta warga tetap waspada terhadap gempa susulan.

BMKG sebelumnya menyatakan gempa bumi 5.8 magnitudo yang berpusat di darat wilayah Sukabumi tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi/patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut gempa intraslab atau gempa Benioff.

Itu diketahui dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa yang episenternya terletak pada koordinat 7,09° LS ; 106,95° BT atau berlokasi di darat wilayah Sukabumi pada kedalaman 122 kilometer. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Baca Juga:Naik Angkot, Warga Terdampak Gempa Cianjur Antusias akan Terima Bantuan Presiden

News

Terkini

Nantinya hasil buyback akan dibagikan kepada pegawai.

News | 14:00 WIB

"Yang pasti venue lomba ini akan digelar di Bandung dan bukan di jalan umum, dan akan dilaksanakan di area yang luas," ujarnya soal Balapan Peti Sabun.

News | 12:22 WIB

"Jadi terdengar sama saya itu ditanya 'anggota XTC atau bukan?'. Korban jawab bukan. Nah mungkin langsung dibacok di situ," ujar saksi di lokasi kejadian.

News | 19:34 WIB

Ciro Alves yang kemudian lepas dari kawalan pemain belakang PSS kemudian memperdaya kiper M Ridwan hingga bola bersarang di gawang PSS.

News | 18:11 WIB

Luar biasa, hampir semua lagu saya nantikan, ujar Prabowo Subianto.

News | 17:23 WIB

"Kalau yang Samarang saja dari 45 ke 182, nah ini yang Pasirwangi ini belum selesai, karena lebih banyak yang Pasirwangi," kata Wakil Bupati Garut.

News | 21:00 WIB

"Butuh keseriusan pemerintah daerah agar masalah ini tidak semakin berlarut-larut karena banyak aspek yang harus dipenuhi," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi.

News | 17:05 WIB

Saat ini layanan AgenBRILink telah menjangkau 58.896 desa di seluruh pelosok Indonesia.

News | 17:00 WIB

Semua kerja sama ini terintegrasi secara sistem.

News | 21:00 WIB

"Nah dari Laswi itu masih (dikaji) antara ke kanan ke Jalan Sukabumi atau lurus kemudian ke Jalan Diponegoro, turunnya di Pusdai," kata Yana Mulyana.

News | 20:39 WIB

Ajakan ini dalam rangka penyelenggaraan BRI Fellowship Journalism 2023.

News | 19:30 WIB

"Kelihatannya mungkin overheat juga ya, mungkin, ya, tapi tentunya ini jadi bahan evaluasi rumah sakit juga gitu," kata Yana Mulyana.

News | 18:18 WIB

Program BRI Peduli senantiasa turut berperan aktif.

News | 14:30 WIB

Saya lari tapi ketangkep terus saya dipukuli oleh 3 sampai 4 orang dengan benda yang mirip pistol," ujar warga Pangandaran itu.

News | 12:46 WIB

"Bapak sudah menjalani operasi kemarin 30 Januari pukul 17.00 sampai 18.00 WIB di RSU Santosa karena memang ada penyumbatan pembuluh darah ke jantung,"ujarnya.

News | 14:33 WIB
Tampilkan lebih banyak