Satu Keluarga Menangis Ketakutan saat Dedi Mulyadi Ancam Seret Ayah Mereka ke Kantor Polisi

Mendengar hal tersebut seluruh keluarga ketakutan. Bahkan anak dan istri Undang menangis karena takut bapaknya dibawa ke kantor polisi.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 03 Januari 2023 | 16:14 WIB
Satu Keluarga Menangis Ketakutan saat Dedi Mulyadi Ancam Seret Ayah Mereka ke Kantor Polisi
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi (kanan) saat melakukan aksi penyamaran untuk membantu masyarakat yang terlilit utang. [ANTARA/Dok Dedi Mulyadi]

SuaraJabar.id - Satu keluarga di Kabupaten Subang, Jawa Barat menangis ketakutan ketika Dedi Mulyadi mendatangi rumah mereka pada Senin (2/1/2022) malam dan mengancam akan membawa kepala keluarga mereka ke kantor polisi.

Aksi Anggota DPR RI ini ternyata hanyalah pura-pura. Dedi Mulyadi kala itu memang tengah memantau kondisi kehidupan masyarakat dengan metode penyamaran. Kala itu dia melakukan penyamaran dengan berkeliling kampung, memantau kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Anggota DPR RI itu melakukan aksinya pada tengah malam. Targetnya adalah untuk membantu mereka yang sedang dalam kesusahan.

"Ya tujuannya untuk membantu sesama dengan cara yang berbeda," kata Dedi, di Purwakarta, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga:Takut Terbayang Masa Lalu? Kang Dedi Mulyadi Minta Dijodohin Sama Cewek Lain, Gak Mau Sama Widiyanti yang Mirip Ambu Anne!

Ia menceritakan, pada Senin (2/1) tengah malam, dirinya berkeliling di sekitar Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Saat itu, Dedi datang ke salah satu rumah dengan langsung menggedor-gedor seluruh bagian rumah agar penghuni keluar menemuinya.

Dedi yang tak dikenali karena memakai kupluk hoodie dan topi berdalih sedang mencari seseorang bernama Robert yang terlibat kriminal.

“Siapa ya?,” ujar salah seorang penghuni dari dalam rumah.

“Saya dari Ciledug lagi kejar orang dari Kalijati. Orangnya lari ke sini, dia rampok,” kata Dedi yang masih menyamar dan belum dikenali.

Baca Juga:Ngaku Rugi! Kang Dedi Mulyadi Ogah Dijodohkan dengan Widiyanti, Teteh Cantik Mirip Ambu Anne: Rugi Saya!

Tak lama penghuni rumah pun keluar dan menemui pria tersebut. Ia mengaku tidak ada orang lain di rumahnya selain mereka yang terdiri dari bapak, ibu dan tiga orang anak.

Setelah dipersilakan masuk, Dedi yang masih belum dikenali langsung masuk memeriksa seisi rumah yang beralaskan tanah dan bertembok bilik tersebut.

Sang pemilik rumah, Undang, menyampaikan kalau dirinya tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Satu anaknya telah bekerja di pabrik, sedangkan dua lainnya yang merupakan kembar laki-laki dan perempuan masih sekolah.

Rumah yang kini ditempati berdiri di lahan milik orang lain. Undang hanya modal membeli sejumlah kebutuhan untuk membangun rumah tersebut.

“Bapak kenal sama yang namanya Robert? Orangnya tinggi ada tato bunga dan tato wanita,” kata Dedi mengalihkan pembicaraan seraya menyebutkan kalau Undang seringkali berkomunikasi dengan Robert.

“Saya nggak kenal pak. Bisa saja dia mengaku-ngaku. Itu fitnah. Saya mah orang miskin pak,” kata Undang.

Aksi "gila" Dedi semakin menjadi-jadi, dan menyebut ada transferan uang dari Robert ke warung yang selama ini diutangi oleh keluarga Undang.

Singkat cerita Dedi kemudian meminta Undang ikut dengannya ke kantor polisi. Bahkan pihak RT, RW hingga kepala desa sudah berkumpul di depan untuk ikut ke kantor polisi.

Mendengar hal tersebut seluruh keluarga ketakutan. Bahkan anak dan istri Undang menangis karena takut bapaknya dibawa ke kantor polisi.

Di saat itulah mantan Bupati Purwakarta ini mengungkap penyamarannya. Ia pun memberikan sejumlah uang untuk melunasi utang warung dan modal hidup satu bulan ke depan.

Tangis ketakutan pun seketika berubah menjadi air mata haru karena tak menyangka didatangi Dedi Mulyadi.

“Maaf saya tadi ngerjain bapak. Ini untuk melunasi warung. Jadi nanti siklusnya nggak perlu lagi utang barang, karena sudah ada modal dasar (uang tambahan), nggak usah utang lagi. Ini kan cukup untuk satu bulan ke depan,” kata Dedi.

Dedi mengungkapkan alasan bahwa ia sengaja menemui keluarga Undang, karena sejak awal dirinya sudah mengetahui bahwa keluarga mereka berbeda dengan yang lain.

“Tadi dari Kalijati lewat sini kok ada rumah pisah jauh dari rumah lain. Biasanya rumah seperti ini suka numpang di tanah orang,” katanya.

Terakhir ia berpesan agar keluarga tersebut bangkit dan tak terpuruk dalam kemiskinan. Salah satunya dengan membangun budaya bersih dan rapi di dalam dan luar rumah.

“Pesan saya satu lagi kamar dan rumah itu rapikan. Karena rapi itu bukan urusan miskin atau kaya," katanya.

Berita Terkait

Sate maranggi biasanya menggunakan daging sapi, sate maranggi sering dijumpai di daerah Purwakarta dengan hidangan bumbu khas sunda. Simak resep dan cara membuatnya disini!

pekanbaru | 19:24 WIB

Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika secara resmi bercerai pada 22 Februari 2023 di Pengadilan Agama Purwakarta.

denpasar | 15:15 WIB

Berikut adalah pantun Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

denpasar | 14:45 WIB

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Purwakarta lakukan pemantauan dan cek debit air sungai untuk deteksi awal bencana banjir yang berpotensi terjadi di Wilayah Kabupaten Purwakarta.

purwasuka | 11:49 WIB

Bupati Purwakarta terciduk kamera netizen sedang berada di bandara dan menginap di salah satu hotel mewah di Yogyakarta dengan seorang laki-laki.

denpasar | 10:45 WIB

News

Terkini

Ini berdasarkan keputusan Kemendagri.

News | 18:48 WIB

Oleh karena itu, diharapkan sekuruh masyarakat merasakan kegembiraan dan suka cita.

News | 18:42 WIB

Untuk merealisasikan target itu, Djanur masih menimbang-nimbang para pemain yang akan direkrut untuk mengarungi kompetisi.

News | 10:05 WIB

Hal itu dibenarkan Markas Besar TNI AD, bahwa helikopter TNI AD jatuh di Bandung.

News | 20:19 WIB

Glenarto mengatakan, adanya kegiatan Golden Memorial Wingday yang diselenggarakan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat melibatkan banyak komunitas moge.

News | 15:13 WIB

Tulisan running teks Plt Wali Kota Bekasi tersebut muncul di gedung Asrama Haji Bekasi.

News | 23:41 WIB

Hengky Kurniawan dituding menyalahgunakan kewenangan hingga diduga melakukan pungutan dalam proses rotasi, mutasi dan promosi jabatan di Pemkab Bandung Barat.

News | 20:35 WIB

Telur yang kondisinya pecah pun menjadi buruan Warga Kota Cimahi di pasar tradisional hingga akhirnya pedagang menjual telur afkiran tersebut.

News | 17:07 WIB

Penyegaran yang dilakukan akan semakin memperkuat harmonisasi kerja.

News | 11:57 WIB

Program Madani merupakan warisan yang dihasilkan oleh PDNA Garut dan USAID.

News | 11:45 WIB

Pemda Provinsi Jabar meraih penghargaan UKPBJ Proaktif setelah memenuhi kriteria penilaian yang disyaratkan/

News | 11:25 WIB

Ini dilakukan agar mereka tidak mudah termakan hoaks.

News | 18:46 WIB

"Mudah-mudahan tahun ini, gelar kehormatan bisa diberikan kepada almarhum"

News | 18:43 WIB

Calon jemaah haji asal Kampung Cinagen, RT 03/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor itu menjadi jemaah haji tertua asal Bandung Barat.

News | 10:32 WIB

Ini merupakan buah sukses BRI dalam memperkuat retail banking.

News | 22:30 WIB
Tampilkan lebih banyak