-
Pengusaha tambang di tiga kecamatan siap menghibahkan lahan dan membantu pembangunan jalur khusus guna mempercepat proyek yang semula dua tahun menjadi satu tahun demi menjaga kelangsungan operasional bisnis mereka.
-
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, dan pengusaha tambang bertujuan mempercepat realisasi jalan khusus, mengingat para pengusaha tidak sanggup menunggu anggaran pemerintah yang memakan waktu hingga dua tahun anggaran.
-
Asosiasi pengusaha tambang mengusulkan pembukaan kembali operasional melalui jalur alternatif sementara kepada Gubernur Jawa Barat, guna menghindari kebangkrutan setelah empat bulan berhenti beroperasi namun tetap menanggung beban gaji.
Dia juga mengatakan bahwa truk ukuran sedang (Colt Diesel) meminta diarahkan melewati jalur Parung Panjang.
"Truk dengan muatan 20-30 ton (Tronton) wajib melewati rute Cigudeg-Rumpin. Itu kan juga ada penyepakatan seperti itu," tambahnya.
Langkah ini dinilai sebagai solusi. Pengusaha bisa kembali bernafas, pekerja tidak di-PHK, dan warga mendapatkan jaminan percepatan jalur khusus yang selama ini hanya jadi wacana.
"Tentunya jalan khusus tambang ini harus disepakati dulu menjadi sebuah konsep yang utuh dan kita sepakat semuanya baru setelah itu, opsi pembukaan dengan trayek yang sementara itu akan disepakati seperti itu," tutup Bisma.
Baca Juga:Dorong Lapangan Kerja Baru, Pemkab Bogor Buka Ruang Kolaborasi Seluas-luasnya Bagi Swasta
Kontributor : Egi Abdul Mugni