- Pemkab Tasikmalaya siap menerapkan WFH satu hari seminggu bagi ASN sebagai respons strategi nasional Presiden Prabowo.
- Bupati Cecep memastikan pelayanan publik tetap optimal karena birokrasi telah berpengalaman dan bertransformasi digital.
- Sebagian besar urusan administrasi dan koordinasi dinas telah bermigrasi secara daring melalui aplikasi terpadu setempat.
SuaraJabar.id - Lanskap birokrasi di Kabupaten Tasikmalaya tampaknya tengah bersiap menyambut era baru yang lebih fleksibel dan futuristik.
Merespons dinamika geopolitik global dan ancaman krisis energi dunia, wacana penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) satu hari penuh dalam sepekan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai menguat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya secara terbuka menyatakan kesiapan penuhnya jika instruksi revolusioner dari pemerintah pusat tersebut resmi diketuk palu.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membeberkan bahwa gagasan ini bukanlah wacana kosong, melainkan strategi jitu (masterplan) yang digaungkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, demi menekan laju konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara nasional.
Baca Juga:Duka di Kebun Binatang Bandung: Huru dan Hara, Dua Bayi Harimau Mati Diterkam Virus Ganas
Fluktuasi harga energi dunia akibat ketegangan geopolitik saat ini memaksa pemerintah daerah untuk ikut memutar otak, melakukan penyesuaian pola kerja birokrasi demi efisiensi pengeluaran negara.
Bagi Cecep, wacana peralihan rutinitas PNS dari lima hari ngantor penuh (full office) menjadi empat hari di meja kantor dan satu hari bekerja dari rumah (remote working) sama sekali bukanlah sebuah kendala besar.
“Bagi kami di Tasikmalaya, itu tidak jadi persoalan sama sekali. Secara track record, birokrasi kita sudah memiliki pengalaman matang bekerja di bawah tekanan saat masa pandemi (COVID-19) lalu. Kita sudah terbiasa memutar roda pemerintahan tanpa harus selalu bertatap muka fisik, tapi output-nya tetap sangat produktif,” tegas Bupati Cecep, Rabu (25/3/2026).
Meski skema kerja bakal mengalami perombakan radikal, satu pertanyaan besar langsung mencuat di benak warga, bagaimana nasib pelayanan publik jika banyak PNS yang bekerja dari rumah?
Menjawab keresahan itu, Cecep memberikan garansi penuh. Ia menekankan bahwa kualitas, kecepatan, dan kemudahan pelayanan masyarakat adalah harga mati yang tak bisa ditawar, apa pun sistem kerjanya.
Baca Juga:Lolos dari Jerat Majikan dan TPPO! Tangis Haru Pecah Saat Dua PMI Asal Banjar Tiba di Tanah Air
Rahasia di balik garansi tersebut adalah percepatan transformasi digital yang telah tertanam di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Tasikmalaya.
Berbagai tumpukan urusan birokrasi, administrasi, perizinan, maupun jalur koordinasi internal antar-dinas kini telah bermigrasi secara daring (online) melalui aplikasi terpadu dan platform komunikasi nirkabel lainnya.
“Mindset kita harus berubah. Pelayanan prima kepada masyarakat itu esensinya tidak harus selalu dilakukan secara tatap muka (konvensional) di loket dinas. Banyak sekali sektor yang kini sudah bisa dieksekusi secara online dan real-time, dan itu alhamdulillah sudah kami terapkan secara sistemik di setiap dinas,” jabar Cecep mengurai kesiapan teknologinya.
Dengan fondasi infrastruktur teknologi informasi yang sudah mapan tersebut, Pemkab Tasikmalaya meyakini bahwa kebijakan WFH bagi puluhan ribu ASN-nya tak akan melahirkan generasi "makan gaji buta", melainkan akan menjadi solusi dua arah yang sangat efektif.
“Kesimpulannya jelas. Mau para ASN itu bekerja dari meja kantornya maupun sedang WFH di rumahnya masing-masing, masyarakat Tasikmalaya dipastikan tetap terlayani dengan sangat optimal dan tanpa hambatan,” garansinya.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Bupati Tasikmalaya Respons Rencana WFH ASN Sekali Sepekan"