- Penyelesaian polemik izin Salat Idulfitri di Lapang Merdeka terjadi melalui dialog antara Pemkot Sukabumi dan PD Muhammadiyah pada 26 Maret 2026.
- Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meminta maaf secara terbuka kepada warga Muhammadiyah atas penolakan izin penggunaan lapangan tersebut sebelumnya.
- Muhammadiyah mendorong Pemkot mengevaluasi kebijakan agar pengelolaan ruang publik seperti Lapang Merdeka lebih adil dan inklusif di masa mendatang.
Pada Jumat pagi (20/3/2026), saat ribuan jemaah Muhammadiyah tengah khusyuk merapatkan saf Salat Idulfitri di area Kampus UMMI, yang dipimpin oleh Imam dan Khatib, Dr. Iu Rusliana, Ayep Zaki secara mengejutkan hadir menampakkan diri.
Di hadapan ribuan pasang mata warganya yang tengah merayakan hari kemenangan, Ayep Zaki mengambil mikrofon. Dengan sikap kesatria, ia menundukkan ego jabatannya dan mengucapkan permohonan maaf secara terbuka atas insiden penolakan Lapang Merdeka, sembari membeberkan dinamika dan alasan birokrasi di balik keputusan pahit tersebut.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi (terkait penolakan izin) dirasa kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian,” ujar Ayep Zaki.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Pemkot dan Muhammadiyah Sukabumi Silaturahmi Usai Polemik Izin Salat Id di Lapdek"
Baca Juga:Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM