Akhir Teduh Polemik Larangan Salat Id: Wali Kota Sukabumi Minta Maaf ke Warga Muhammadiyah

Penyelesaian polemik izin Salat Idulfitri di Lapang Merdeka terjadi melalui dialog antara Pemkot Sukabumi dan PD Muhammadiyah

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:54 WIB
Akhir Teduh Polemik Larangan Salat Id: Wali Kota Sukabumi Minta Maaf ke Warga Muhammadiyah
Pemerintah Daerah Kota Sukabumi bersama Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sukabumi menggelar pertemuan pada 26 Maret 2026 bertempat di Kampus UMMI. Pertemuan digagas usai polemik izin pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapang Merdeka. [sukabumiupdate/dokpim]
Baca 10 detik
  • Penyelesaian polemik izin Salat Idulfitri di Lapang Merdeka terjadi melalui dialog antara Pemkot Sukabumi dan PD Muhammadiyah pada 26 Maret 2026.
  • Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meminta maaf secara terbuka kepada warga Muhammadiyah atas penolakan izin penggunaan lapangan tersebut sebelumnya.
  • Muhammadiyah mendorong Pemkot mengevaluasi kebijakan agar pengelolaan ruang publik seperti Lapang Merdeka lebih adil dan inklusif di masa mendatang.

SuaraJabar.id - Ketegangan yang sempat mewarnai hubungan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dan warga persyarikatan Muhammadiyah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, akhirnya berujung pada sebuah penyelesaian yang sangat menyejukkan hati.

Bara polemik terkait penolakan izin penggunaan Lapang Merdeka (Lapdek) untuk pelaksanaan Salat Idulfitri beda hari itu, sukses dipadamkan lewat jalur tabayun (dialog) dan kebesaran jiwa seorang pemimpin daerah.

Kamis (26/3/2026), sebuah pertemuan penting dan bersejarah digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, duduk satu meja dengan jajaran Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sukabumi. Momen tersebut dibagikan langsung oleh sang Wali Kota melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Baca Juga:Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM

Ia mendeskripsikan pertemuan itu tidak lagi dibalut tensi birokrasi yang kaku, melainkan mengalir dalam suasana dialog yang sangat hangat, kekeluargaan, dan konstruktif.

Kedua belah pihak saling menurunkan ego, bertukar pandangan, dan mencari benang merah demi satu tujuan mulia, menjaga kondusivitas, kenyamanan, serta kekhusyukan seluruh umat Islam di Kota Sukabumi dalam menjalankan ibadah, tanpa peduli perbedaan metodologi penanggalan.

Dalam meja bundar tersebut, PD Muhammadiyah Kota Sukabumi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan unek-unek dan harapan besarnya ke depan.

Mereka mendorong agar Pemkot Sukabumi mengevaluasi diri, sehingga pelaksanaan kegiatan keagamaan di ruang publik milik negara (seperti Lapang Merdeka) kelak dapat dikelola dan ditata dengan lebih adil.

Ruang publik haruslah bersifat inklusif (merangkul semua golongan), dan kebijakannya harus mampu memperkuat nilai kebersamaan, bukan justru menciptakan sekat di tengah masyarakat.

Baca Juga:Saat Tabung Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah: Penyebab Tabung Melon Langka di Sukabumi Selatan

Kolaborasi harmonis pasca-konflik antara pemerintah daerah dan organisasi Islam tertua di Indonesia ini diharapkan menjadi blueprint (langkah positif) dalam membangun harmoni sosial dan menaikkan level toleransi di Kota Mochi tersebut.

Harmoni ini tentu tak lahir dari ruang hampa. Publik tentu masih ingat dengan jelas riuhnya pemberitaan sebelum Lebaran.

Warga Muhammadiyah Kota Sukabumi dipastikan tidak mengantongi izin dari Pemkot untuk menggelar Salat Idulfitri 1447 H di Lapang Merdeka pada Jumat (20/3/2026), sehari lebih awal dari ketetapan pemerintah pusat.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah, saat itu membenarkan bahwa keputusan memindahkan lokasi salat ke area Kampus UMMI dan perguruan SD Aisyiyah Cipoho adalah langkah darurat pasca-turunnya surat penolakan.

Kekecewaan pun sempat membuncah. “Kami cukup menyesalkan karena permohonan kami tidak diberikan izin (oleh Pemda),” ujar Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Yana Fajar, menyuarakan kesedihan jemaahnya beberapa waktu lalu.

Namun, di sinilah letak kedewasaan politik seorang Ayep Zaki teruji. Menyadari kebijakannya telah melukai hati sebagian warganya, sang Wali Kota tidak bersembunyi di balik meja kerja Balai Kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak