MBG Hadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak untuk Warga Lokal

MBG beri kerja layak & hidupkan UMKM. Relawan SPPG di Cirebon gajinya di atas UMK, rekrutmen wajib warga lokal. Manfaatnya luas.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 29 Maret 2026 | 14:34 WIB
MBG Hadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak untuk Warga Lokal
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bermanfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga memberikan pekerjaan yang layak bagi masyarakat. [Dok BGN]
Baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cirebon menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal dengan pendapatan di atas UMR.
  • Juru masak SPPG Banjarwangunan, Adha Sidik Hidayat, menerima gaji lebih dari Upah Minimum Kabupaten Cirebon.
  • Manfaat MBG meluas, mendukung siswa kurang mampu sekaligus menggerakkan pertumbuhan UMKM di sekitar lokasi SPPG.

SuaraJabar.id - Hadirnya Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bermanfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga memberikan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.

Adha Sidik Hidayat, juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarwangunan 1 Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon mengakui program ini mampu menyerap tenaga kerja dengan pendapatan layak.

"Jadi dilihat dari relawan sendiri yang asalnya menganggur sudah pasti mendapat pekerjaan yang layak. Ada beberapa relawan kami sebagai orang tua tunggal (single parent) dengan keberadaan MBG ini sangat membantu untuk menafkahi anaknya," ungkap Adha dalam keterangannya yang diterima oleh media pada Minggu (29/3/2026).

Sebagai relawan SPPG, ia sendiri mengaku menerima pendapatan diatas UMR Kabupaten Cirebon setiap bulannya.

Baca Juga:Ikan Nila Mentah Berdarah di Meja Siswa: Skandal MBG di Sukabumi Berujung Sanksi Tegas

"Patokan dari BGN untuk relawan itu Rp 100-200 ribu/hari. Untuk chef rata-rata Rp 200 ribu per hari. Tinggal dikalikan jumlah hari kerja. Ini cukup layak karena UMK di Cirebon hampir Rp 3 juta, jadi sudah melebihi UMK Cirebon," jelas Chef yang sudah bekerja sejak Juni 2025 ini.

Sebagaimana diketahui, setiap SPPG memiliki 47 relawan, terdiri dari divisi persiapan, divisi masak, divisi pemorsian, cuci ompreng, driver, OB dan security. Lalu ditambah 3 orang dari SPPG, yaitu Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan.

Menurut Adha, keseluruhan pekerja itu berasal dari warga lokal. Hal itu karena BGN mewajibkan rekrutmen pekerja harus dari warga sekitar.

"Memang diwajibkan oleh BGN bahwa yang bekerja di SPPG tersebut wajib warlok (warga lokal)," jelasnya.

Menurutnya, program MBG ini manfaatnya luas sekali, mulai dari penerima manfaat khususnya siswa yang kurang mampu. Kemudian juga menghidupkan UMKM di sekitar SPPG.

Baca Juga:Bukan Sekadar Urusan Masak: Gegara Limbah dan Asrama, 2 SPPG di Banjar Disetop Pusat

"UMKM di sekitar juga tumbuh berkembang. Jangankan supplier yang berhubungan langsung dengan pengadaan bahan baku di dapur, warung sekitar pun juga berkembang karena relawan itu setiap hari membeli kopi, makanan atau sebagainya di sekitarnya," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak