- Sebuah truk Colt Diesel terperosok ke Sungai Citanduy, Banjar, pada Rabu dini hari akibat pengemudi diduga mengalami microsleep.
- Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu penumpang selamat dan dilarikan ke rumah sakit, sementara sopir truk masih belum ditemukan.
- Petugas gabungan sedang melakukan upaya pencarian terhadap sopir truk yang hilang di dasar sungai sedalam tiga belas meter.
SuaraJabar.id - Heningnya dini hari di Jalan Nasional Siliwangi mendadak pecah oleh suara dentuman keras yang mengerikan, Rabu (1/4/2026).
Sekitar pukul 03.30 WIB, sebuah truk jenis colt diesel yang melaju dari arah Jawa Tengah menuju Tasikmalaya kehilangan kendali tepat di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal.
Bukan sekadar kecelakaan biasa, truk tersebut mengalami "lompatan maut". Setelah sempat menghantam sisi rumah warga, kendaraan bermuatan itu terjun bebas ke dalam gelapnya Sungai Citanduy.
Dugaan sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada satu penyebab klasik namun mematikan bernama microsleep.
Baca Juga:'Saya Penguasa Citiis': Pria Arogan yang Viral di Tasikmalaya Akhirnya Tertunduk Lesu Minta Maaf
Kantuk yang menyerang hanya dalam hitungan detik sudah cukup untuk membuat kendaraan seberat itu melesat tak tentu arah.
"Dugaan sementara berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pengendara mengalami microsleep. Akibatnya kendaraan oleng, menabrak rumah warga, dan langsung terjun ke sungai," ungkap KBO Satlantas Polres Banjar, Ipda Agus Harianja.
Di dalam truk tersebut terdapat dua orang. Mereka ialah Aris sang sopir, dan Susandi sebagai penumpang (kernet). Nasib keduanya berujung kontras di dasar sungai yang berbatu.
Sesaat setelah kejadian, Susandi berhasil ditemukan dalam kondisi selamat namun mengalami trauma hebat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Namun, bagi Aris, nasibnya masih menjadi teka-teki besar. Hingga berita ini diturunkan, sopir truk tersebut belum ditemukan, diduga terbawa arus sungai atau tenggelam di balik reruntuhan kabin mobil.
Baca Juga:Gelisah di Balik Seragam ASN: DPRD Kota Banjar Pasang Badan Cegah Badai PHK PPPK di Tahun 2027
Proses pengangkatan bangkai truk berlangsung sangat emosional dan menegangkan. Lokasi jatuhnya kendaraan berada di kedalaman sekitar 13 meter dari permukaan tanah dengan kondisi dasar sungai yang penuh bebatuan.
Petugas gabungan harus mengerahkan alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk menarik bangkai besi tersebut dari dasar sungai.
"Fokus kami sekarang adalah pencarian sopir yang diduga terbawa arus atau tenggelam," tambah Ipda Agus.
Tragedi di Lingkungan Cikadu ini menjadi pengingat pahit bagi siapa pun yang berada di balik kemudi. Lelah bukan untuk dilawan, tapi untuk dirasakan dan diistirahatkan.
Ipda Agus Harianja mengimbau dengan tegas kepada seluruh pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri.
"Jangan memaksakan diri demi keselamatan bersama. Jika merasa lelah atau mengantuk, silakan beristirahat sejenak di rest area atau tempat aman," pungkasnya.