Bukan Kupas Bawang, Ini Sosok Susanah Warga Bogor yang Disebut Prabowo di Sidang MPR

Mesin dan bahan kain itu memang bukan miliknya. Tugas Susanah adalah menyusun potongan-potongan kain sisa tersebut dan menjahitnya hingga menjadi lap yang bernilai jual.

Andi Ahmad S
Senin, 17 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Bukan Kupas Bawang, Ini Sosok Susanah Warga Bogor yang Disebut Prabowo di Sidang MPR
Tumpukan kain majun dalam karung di samping rumah Susanah di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Susanah, penjahit lap majun asal Bogor, diperkenalkan Presiden Prabowo sebagai pengupas bawang dalam sidang tahunan MPR pada 14 Agustus 2026.
  • Keluarga serta tetangga merasa kebingungan karena pekerjaan asli Susanah adalah menjahit kain sisa dan mencuci wadah makanan di SPPG.
  • Pernyataan tersebut memicu perhatian publik di media sosial karena terdapat perbedaan profesi yang cukup jauh dari kenyataan sehari-hari.

SuaraJabar.id - Suara deru mesin jahit telah menjadi 'musik' harian yang mengisi sudut rumah Susanah di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Di bagian depan rumah sederhananya, sebuah mesin jahit tua berdiri gagah di antara tumpukan karung berisi kain majun yang siap diolah.

Mesin dan bahan kain itu memang bukan miliknya. Tugas Susanah adalah menyusun potongan-potongan kain sisa tersebut dan menjahitnya hingga menjadi lap yang bernilai jual.

Namun, dari tumpukan kain majun inilah, sebagian napas perekonomian keluarganya bergantung.

Baca Juga:Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah

Bersama suami dan tiga buah hatinya, Susanah tinggal di bangunan yang amat bersahaja.

Dinding batakonya masih polos tanpa balutan cat, sementara beberapa sudut keramik di lantainya sudah tampak retak dimakan waktu.

Meski begitu, dari ruangan kecil di RT 1 RW 4 itulah, jemari Susanah terus bergerak demi menopang masa depan keluarga.

Kaca di bagian depan rumah terbuka dan pecah, sementara pada bagian atas bangunan, bilik serta genteng terlihat telah menua. Kondisi itu membuat air berpotensi masuk ketika hujan turun.

Di tengah keterbatasan tersebut, Susanah menjalani hari-harinya dengan bekerja sejak pagi.

Baca Juga:Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200

Ia menjahit lap majun sebelum melanjutkan pekerjaan lain sebagai pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wina, 38 tahun, adik ipar Susanah itu menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut dijalani Susanah hampir setiap hari.

Keseharian itu mendadak menjadi perhatian setelah Susanah hadir sebagai salah satu tamu dalam sidang tahunan MPR serta sidang bersama DPR-DPD di Jakarta, Jumat (14/8/2026) lalu.

Saat menyampaikan pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan delapan tamu istimewa yang berasal dari sejumlah kelompok penerima manfaat program pemerintah.

Mereka antara lain siswa Sekolah Rakyat serta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis dan bantuan sosial.

Susanah, warga Cileungsi, menjadi salah satu sosok yang diperkenalkan.

Akan tetapi, Prabowo menyebut Susanah bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan bayaran Rp700 ribu per kilogram.

Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian publik, terutama di media sosial. Bukan hanya nominalnya yang dipertanyakan, profesi yang disebutkan juga berbeda dengan pekerjaan Susanah sehari-hari.

Di Kampung Ciuncal, keluarga dan tetangga dibuat kebingungan. Mereka mengenal Susanah sebagai penjahit lap majun dan pencuci ompreng, bukan pengupas bawang.

“Ya kaget aja, semuanya juga bingung di sini, keluarga tetangga semuanya, mungkin saya pikir juga pak Prabowo salah sebut, kan aslinya bu Susanah penjait sama pencuci ompreng di SPPG,” ujar Wina saat disambangi, SuaraBogor.id, Senin (17/8/2026).

Kebingungan juga dirasakan Susanah yang saat itu masih mengikuti rangkaian acara di Jakarta. Ia sempat menghubungi Wina melalui Whatsapp setelah mendengar profesinya disebut berbeda.

“Dia sampai nge WA saya, bingung katanya disebut tukang kupas bawang, ya saya tenangin aja ke dia biar ikutin acara sampai selesai,” kata Wina.

Keluarga semakin heran karena beberapa hari sebelum Susanah berangkat ke Jakarta, ada pihak yang datang meliput kegiatannya.

Aktivitas Susanah ketika menjahit kain majun di rumah juga sempat didokumentasikan.

“Nah beberapa hari juga sebelum diundang ke jakarta sempat ada yang meliput ke sini, meliput kegiatan dia, bagaimana dia menjahit lap majun,” katanya.

Susanah juga bukan pemilik usaha pembuatan lap majun. Statusnya hanya pekerja. Mesin jahit dan bahan yang digunakannya merupakan milik orang lain.

“Bu Susanah cuman kuli disitu, mesin jahit sama bahannya punya orang lain,” terangnya.

Upah yang diterima Susanah dihitung berdasarkan berat lap majun yang berhasil dikerjakan.

Untuk menjahit, upahnya Rp700 per kilogram. Adapun pekerja yang bertugas menyusun kain memperoleh Rp600 per kilogram.

“Upahnya Rp700 perak perkilogram,nah kalau bagian nyusun itu Rp600 perak per kilogram,” kata Wina.

Selepas menjahit sejak pagi, Susanah berangkat menuju SPPG sekitar pukul 13.00 WIB.

Di tempat itu ia bekerja mencuci ompreng atau wadah makanan yang digunakan dalam pelaksanaan program Makan Berigizi Gratis (MBG).

“Bu Susanah juga kerja di SPPG dia nyuci ompreng upahnya sih 100 ribu sampai 150 ribu per hari,” terang Wina.

Nah, dua pekerjaan itulah yang menjadi bagian dari upaya Susanah membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, dari ketiga anak mereka, anak pertama telah bekerja, sedangkan dua lainnya masih duduk di bangku SMP dan SD.

Di rumah yang terlihat sempit itu, keseharian keluarga Susanah berjalan di antara suara mesin jahit, tumpukan kain majun, dan jadwal mencuci ompreng di SPPG.

Sorotan dari ruang sidang di Jakarta mungkin membuat namanya dikenal publik.

Namun, kehidupan Susanah tetap bertumpu pada pekerjaan yang selama ini dilakoninya, menjahit lap majun dengan upah Rp700 per kilogram dan mencuci ompreng untuk memperoleh tambahan penghasilan.

“Jadi ya yang dibilang Prabowo salah, bu susanah bukan pengupas bawang,” tegas Wina.

Kontributor : Dziharul Islam Nusantara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak