- PT Chandra Asri Pacific Tbk membangun fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride di Cilegon dengan investasi senilai Rp15 triliun.
- Fasilitas industri kimia dasar tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester II-2027 untuk mengurangi impor.
- Proyek strategis nasional ini diperkirakan menyumbang PDB nasional hingga Rp45 triliun serta menyerap ribuan tenaga kerja.
Perusahaan juga mengembangkan kembali fasilitas Condensate Splitter Unit di Singapura dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada 2027 tersebut akan menghasilkan bahan baku alternatif berupa naphtha untuk mendukung kebutuhan operasional industri petrokimia.
Suryandi mengatakan pengembangan bisnis secara terintegrasi dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri dan ketidakpastian rantai pasok global.
Di sisi lain, perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 1.000 lapangan kerja baru hingga 2028 seiring dengan pengembangan bisnisnya. Penguatan kompetensi tenaga kerja lokal juga dilakukan melalui Politeknik Industri Petrokimia Banten yang dikembangkan bersama Kementerian Perindustrian dan sejumlah pelaku industri.
Dalam aspek lingkungan, Chandra Asri menargetkan penurunan intensitas emisi sebesar 31,89 persen pada 2030 dibandingkan baseline 2018. Upaya tersebut dilakukan melalui efisiensi energi, pemanfaatan energi baru terbarukan, pengelolaan limbah, dan pengembangan ekonomi sirkular.
Baca Juga:Gandeng Sandiaga Uno, Kadin Tasikmalaya Perkuat Ekosistem Bisnis Nasional