- Ketua Umum KONI Jabar M. Budiana meninjau Porprov XV Jabar 2026 untuk mengevaluasi pembinaan atlet daerah.
- Kota Bekasi, Bogor, dan Depok menjadi tuan rumah utama, sementara KONI Jabar bertindak sebagai Panwasrah.
- Ajang Porprov ini menjadi persiapan penting menghadapi kualifikasi PON 2027 menuju PON XXII 2028 di NTB dan NTT.
SuaraJabar.id - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, M. Budiana, meninjau pelaksanaan pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jabar 2026.
Menurut Budiana, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi olahraga empat tahunan, tetapi juga menjadi momentum bagi KONI Jabar untuk melihat perkembangan sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan atlet di masing-masing daerah.
Dalam penyelenggaraan Porprov XV Jabar 2026, KONI Jabar memberikan tanggung jawab pengelolaan kepanitiaan kepada daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok dipercaya menjadi tuan rumah utama. Sementara itu, KONI Jabar menjalankan fungsi sebagai Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) untuk mendampingi sekaligus memastikan penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
"KONI Jabar hanya bertindak sebagai Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) yang memberikan pendampingan agar pelaksanaan bisa berjalan lancar dan sukses," kata Budiana.
Adapun kepanitiaan diserahkan kepada tiga daerah tuan rumah utama, dengan dukungan sejumlah kota dan kabupaten yang berperan sebagai tuan rumah pendamping.
Budiana mengakui, penyelenggaraan Porprov XV Jabar tahun ini berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan pesta olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
"Meski demikian, setiap tuan rumah sudah menyatakan komitmen untuk menyukseskan Porprov XV Jabar. Semangat mereka tidak pudar karena kondisi efisiensi, moal mundur satunjang beas," tegasnya.
Lebih lanjut, Budiana menyebut Porprov XV Jabar menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Baca Juga:Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama
Pasalnya, setelah Porprov, para atlet akan dihadapkan pada babak kualifikasi PON XXII 2028 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. Ajang tersebut menjadi tahapan penting untuk memperebutkan tiket menuju PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Usai Porprov XV Jabar ini, kita akan dihadapkan pada babak kualifikasi PON XXII di tahun 2027 sebagai pintu awal untuk tampil pada PON XXII tahun 2028 di NTB dan NTT," ujarnya.
Karena itu, Budiana berharap seluruh pengurus cabang olahraga dapat memanfaatkan Porprov sebagai ajang menjaring atlet potensial yang memiliki kemampuan bersaing di level nasional.
Sementara itu, Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang dipercaya sebagai tuan rumah pendamping Porprov XV Jabar 2026.
Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan di Kota Bandung, di antaranya soft tennis, tenis lapangan, softball, baseball, woodball, boling, dan senam.
Selain itu, Kota Bandung juga menjadi lokasi penyelenggaraan delapan cabang olahraga eksibisi, yakni savate, kabaddi, pickleball, teqball, trail run, catur xiangqi, mini soccer, dan domino.