SuaraJabar.id - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi wilayah Depok, Jawa Barat pada Senin (1/4/2019) sore, tidak hanya merengang nyawa seorang juru masak. Puluhan rumah dilaporkan rusak.
Berdasarkan data yang didapat, sebanyak 58 rumah rusak di kawasan Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Sukmajaya.
"Penangan sudah dilakukan dari aparat pemerintah setempat, PMI, dan TNI. Sekarang ini dilakukan pendataan kurang lebih puluhan rumah yang rusak akibat angin kencang," kata Sekertaris Camat Cilodong, Sumarna, Selasa (2/4/2019).
Sumarna menerangkan, sebagian besar rumah yang rusak tersebut pada bagian atap. Sejumlah warga yang terdampak akibat kejadian ini telah ditangani oleh kerabat dan keluarga terdekat.
Lebih jauh Sumarna mengatakan pihaknya hingga saat ini tengah melakukan pendataan. Warga yang tidak mampu nantinya akan dibantu pemerintah untuk perbaikan.
"Secara teknis kita akan lihat dari data. Jika warga tidak mampu tentu akan ditanggulangi oleh Pemkot Depok melalui APBD,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pohon tumbang dan satu orang meninggal dunia saat hujan disertai angin di wilayah Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Senin (1/4/2019) sore.
Korban yang tewas tertimpa pohon tumbang adalah seorang perempuan yang bekerja sebagai juru masak alias koki di rumah Makan Pondok Gurame.
Selain itu 10 orang mengalami luka dan satu unit mobil ringsek akibat peristiwa alam tersebut.
Baca Juga: Kiamat Tak Kunjung Datang, Warga Watubonang Balik Kampung Ikut Pemilu
Berikut data rumah warga yang rusak:
Kelurahan Sukamaju: RW 02/08 sebanyak tiga rumah; RW 04/01 dan RT 06 sebanyak 9 rumah; RW 06/07 tiga rumah; RW 07/05 ada empat rumah; RW 17/01 dan RT 03 ada lima rumah; dan RW 22/03, RT 02, RT 04 sebanyak 31 rumah.
Kelurahan Sukmajaya: RW 09/01 tiga rumah;
Angin Puting Beliung juga merusak kantor Kecamatan Cilodong.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit
-
Pengembang Properti Perkuat Konsep Kawasan Terpadu, Ini Strateginya
-
Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG
-
Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG, Sejumlah Korban Dirawat