SuaraJabar.id - Terhitung mulai 13 April 2019, seluruh Bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antarkota Antarprovinsi (AKAP) sudah pindah ke Terminal Jatijajar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Jawa Barat Dadang Wihana kepada Suara.com, Minggu (14/4/2019).
Dikemukakan Dadang, saat ini jumlah bus AKDP lebih kurang 60 bus yang sudah bergeser ke Terminal Jatijajar.
"Angkutan umum yang melayani arah Terminal Jatijajar sudah ada yaitu angkutan kota D06. Mobil angkot itu dari Terminal Terpadu Depok yang di Jalan Margonda," katanya.
Untuk mendukung operasional Terminal Jatijajar, Dadang meminta warga Depok dapat menyesuaikan rencana perjalanan bus yang berangkat dari terminal tersebut.
Lebih jauh, Dadang menegaskan bakal menjatuhkan sanksi bagi bus yang belum masuk ke area Terminal Jatijajar. Sanksi tersebut berupa pemberian peringatan sampai pencabutan izin.
"Operator bus yang melanggar kami beri sanksi tegas," ucapnya.
Ia juga menjelaskan bus antarprovinsi atau antarkota dalam provinsi yang berada di Terminal Jatijajar dikelola Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Dishub Depok.
Dadang menambahkan, Terminal Terpadu Depok yang sekarang ini masih dalam tahap pembangunan dan ditempatkan di terminal sementara. Saat ini, kata Dadang, hanya melayani angkutan kota dan angkutan wilayah Jabodetabek dan Bandara.
Baca Juga: Anak-anak Pramuka Ikut Dilibatkan Jaga TPS Rawan di Kota Depok
"Terminal Terpadu Depok masih proses pembangunan, tapi tetap beroperasi angkutan umum yang layani wilayah Jabodetabek dan bandara," jelasnya.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Sering Tumbang dan Bunuh Pejalan Kaki, Pemkot Depok Keliling Pangkas Pohon
-
Puluhan Warga Cipayung Depok Mendadak Lemas, Diduga Kena Cikungunya
-
Berkas Jadi Bola Ping Pong, Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Depok Mangkrak?
-
Sebanyak 1.800 Angkutan Umum di Depok Tak Layak Operasi
-
Bawaslu Kota Depok Temukan Seribuan Lebih Surat Suara Rusak
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Lahan Belukar di Kabupaten Bandung Terbakar Berjam-jam
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Dipicu Semak Kering dan Angin, Lahan Perbukitan Desa Pasirbaru Cisolok Hangus Terbakar
-
Sikapi Polemik Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Menko Yusril Minta Polda Jabar Gencarkan Patroli