SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat sudah melayangkan surat dua kali kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dalam suratnya, mereka meminta izin agar Pemprov Jabar mengizinkan sampah warga Depok bisa dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Lulut-Nambo di wilayah Kabupaten Bogor, Jabar.
"Sudah dua kali pak Wali Kota Depok menyurati pak Gubernur Jawa Barat untuk didahulukan membuang sampah ke TPA Nambo," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat H. Ridwan, kepada Suara.com, Senin (16/4/2019).
Ridwan menerangkan, kapasitas TPA Cipayung milik Pemerintah Kota Depok sudah mengkhawatirkan atau sudah overload. Ia menyebut setiap hari ada 900 - 1.000 ton sampah dibuang ke TPA tersebut.
Hingga kini kata Ridwan, sampah yang dihasilkan warga Depok belum dibuang ke TPA Nambo dan masih dibuang ke TPA Cipayung.
"Kami (Pemkot Depok) sudah siap dalam segi anggaran karena setiap tahun disediakan anggaran tiping fee dan armada truk pengangut sampah. Kami setiap tahun menganggarkan dan berharap tahun ini bisa membuang sampah ke Nambo," kata Ridwan.
Ia menuturkan, Pemkot Depok berharap 500 - 700 ton sampah warga Depok bisa dibuang ke TPA Regional Lulut-Nambo. Jika sudah bisa membuang sampah di TPA Nambo kapasitas sampah yang di buang ke TPA Cipayung berkurang.
"Kalau sudah buang sampah di Nambo volume sampah ke TPA Cipayung sekitar 200-300 ton sampah. Tapi itu nanti bisa dikelola oleh bank sampah dan UPS terlebih dahulu baru bisa dibuang ke TPA Cipayung," jelas Ridwan.
Bank Sampah dan UPS Bisa Kurangi Sampah 20 Persen
Ridwan menyebutkan, ada 500 bank sampah dan 32 Unit Pengelolaan Sampah (UPS) yang tersebar di 11 Kecamatan.
Baca Juga: KLHK Resmikan Sejumlah Fasilitas Pengelolaan Sampah di Jabar
Pengelolaan sampah ini sebagai langkah Pemkot Depok mengurangi sampah dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, dan barang-barang berharga.
"Pengelolaan sampah di bank sampah dan UPS ini bisa mengurangi sampah 20 persen dari sampah yang dihasilkan setiap hari sebanyak 900 -1.000 ton sampah," jelas Ridwan.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027
-
Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai
-
Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya
-
Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP
-
Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor